This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, November 13, 2008

Akhir yang "Happy Ending" dengan Blue Bird

Saat ini tanggal 13 November 2008, aku dah dilombok, mataram - NTB, dan dah melakukan kerja sebagaimana mestinya, dan tadi sekitar jam 09.25 waktu HPku di Lombok aku ditelp oleh Staf Bluebird dan kemarin aku juga mendapatkan email dari Prasetyo Ibrahim yang berisi tentang permohonan maaf dari beliau selengkapnya " Kami atas nama manajemen Blue Bird Group mohon maaf sehubungan dengan ketidaknyamanan yang Bapak alami. Terkait masalah ini, kami akan memanggil pengemudi MU1693/Juanidi Palima untuk diproses dan hasilnya kami sampaikan kemudian. Untuk mempermudah proses, mohon kami diberikan data tambahan berupa rute yang Bapak tempuh saat itu. " .

Tentunya saya mengucapkan banyak terima kasih atas respon dan tanggapan dari pihak Manajemen Blue Bird, yang memberikan respond posotip seperti itu, seperti yang aku tulis dalam postingan sebelumnya, bahwa apapun yang terjadi memang telah terjadi dan tidak bisa mengembalikan waktu yang telah lalu. tapi tak apalah, ini merupakan suatu pembelajaran buat saya, anda dan kita, untuk berhati-hati dan selalu menjalankan komunikasi dengan operator jasa yang kita pakai, serta ( dalam hal ini) teruntuk manajemen BB untuk selalu meningkatkan pelayanan yang baik kepada para customer nya dan saya amat sangat yakin dengan kemampuan yang sangat-2 memadai BB "PASTI BISA"...

Karena kemarin complain saya tulis lewat postingan blog maka kasus tersebut saya tutup dan akhiri lewat blog ini juga, dan email kepada pihak Manajemen BB, terima kasih atas respon positip dan selalu bersahabat.

Lewat tulisan ini, berarti masalah saya dengan BB sudah selesai dan cukup sampai disini saja dan mudah-mudahan tidak akan terjadi dikemudian hari...

Semoga "...akhirnya" selalu menjadi awal yang baik buat dikemudian hari...

Wednesday, November 12, 2008

Perlu peningkatan sumber daya manusia yang lebih beretika, cerdas dan humanis…..

Sebuah Catatan Pra Perjalanan Ke Lombok [ Episode-1 ] : Naik Taksi Blue Bird


Pengalaman ini saya dapatkan pada saat saya akan pergi ke bandara sukarno hatta, perjalanan dimulai dari area jl. Asmin ( jl. Tb simatupang / deket pom bensin pasar rebo / sesudah jalan baru sebelum makro pasar rebo ), tanggal 10 November 2008, jam 16.45 menunggu armada damri yang ke bandara , lama tidak muncul bus damri jurusan bandara yang saya maksud dan mencoba untuk mengejar waktu, saya mencoba untuk naik taksi blue bird dengan no. lambung MU1693 dengan nama pengemudi Junaidi Palima, Sekitar jam 17.15 taksi berjalan, dengan format standar sang sopir langsung menanyakan kepada saya “Langsung tol ya pak ? “, saya jawab iya pak., tak seberapa lama kemudian taksi kami bergerak melewati perempatan pasar rebo , setelah berhenti sebentar taksi meluncur lurus kea rah tol, tapi tol yang dituju oleh sang sopir tadi adalah tol ke arah cilandak – pondok indah -ciputat – bsd, pertama kali saya kaget, dalam hati saya “Kok lewat tol disini ya ?”, tapi saya percaya kan semua kepada sopir taksi blue bird tersebut, karena saya yakin sopir tersebut lebih jago mengenai jalan ke arah bandara, bahkan jalanan di Jakarta ini, saya duduk tenang sembari mencoba membaca majalah yang ada di dalam taksi tersebut, tentunya dengan perasaan yang gak enak, dalam hati saya “Jago bener nih sopir, mau lewat mana, barangkali tahu alternative yang cepat ke bandara..”, itu yang selalu saya bicarakan dalam hati saya, setelah berjalan hingga mendekati pintu tol lebak bulus, sopir tadi bertanya “ wah pak kayaknya saya salah jalan… “, kemudian saya tanyakan kembali “ lah bapak dah pernah ke bandara lewat sini belum “, sopir tadi menjawab “belum pak, kalo daerah sini saya belum tahu “, wuh… jantung ini terasa berdetak kencang mendapatkan jawaban seperti itu, terus saya katakan kepada sopir tadi “ Lah , bapak bilang gak tahu disini, kalo tadi bapak bilang tidak tau, saya kasih tahu, kalo bapak itu salah jalan, saya pikir bapak dah tahu dan cari jalan lain yang lebih cepet “, ya dengan klise nya sopir tadi Cuma bilang “maaf pak, saya masih baru, terus saya bilang “ bapak harus nya dari tadi ngomong, kalo tidak tahu , pasti saya kasih tahu, udahlah kalo gitu kita cari jalan untuk keluar tol “, kemudia sopir tadi cari jalan keluar tol, setelah keluar dari jalan tol , kalo gak salah kita keluar tol mau kea rah ciputat sesudah citos, kemudian kita putar balik dan masuk tol lagi ke arah cawang, setelah kita masuk tol dan saya bilang ke sopir “tolong pak agak cepeten dikit, waktu saya semakin habis “, sopir pun langsung tancap gas, dan selalu saya arahkan “ kita ara tol cawang “ untuk memberikan panduan kepada sopir tadi, setelah putar balik berjalan , kemudia melewati tol kampung rambutan, kita ketemu dengan percabangan, yang satu kea rah cawang/cililitan dan yang satu arah cilangkap/bogor, dan anehnya si sopir tadi menuju arah cilangkap/bogor, dalam hati saya hanya bilang “ gimana nih sopir, niat nggak sih “, beberapa meter kita nyasar ke arah cilangkap/bogor tersebut, sopir tadi bilang “ wah pak kayaknya salah lagi “, terus saya bilang “ ya udah pak, mundur aja pak”, sopir itu pun memundurkan taksi nya dan mengarahkan ke arah yang benar yaitu cawang/cililitan, setelah masuk tol cawang/cililitan kita bayar tol, saya suruh sopir itu untuk Tanya ke petugas operator tol “bapak tanya ke petugas tolnya, kalo mau ke bandara lewat mana, hal itu saya lakukan karena saya sudah jengkel dengan sopir tadi, biar si sopir tadi punya inisiatif untuk bertanya kalo tidak tahu, baik itu kepada penumpang atau kepada siapun yang mungkin lebih tahu, jangan hanya diam saja, setelah punya bad feel salah, baru bertanya “saya salah pak” dan tidak memberikan solusi alias solusi dikasih orang lain, setelah masuk bebarapa lintasan tol cawang/cililitan, selanjutnya mobil berjalan kencang ( karena sopir saya suruh berjalan agak kencang untuk mengejar waktu yang terbuang ), dan saya masih ingat, kita melewati cempaka ma situ kurang lebih 18.08, itu saya tahu dari jam yang terpasang diatas gedung gudang garam, dalam hati saya “wah habis nih..”, dan saya hitung dengan salah arah/jalan yang diakibatkan oleh sopir tadi waktu yang terbuang kira-kira 30-40 menit lah, sungguh waktu yang berharga disaat saya ingin mengejar waktu di bandara, setelah melewati jalan yang agak merayap di Jalan Tol Ir. Sedyatmo akhir nya saya tiba di bandara kira-kira 18.45, , setelah membayar atas argo taksi, si sopir memang minta maap “ map pak…dst…..”, kemudian saya bilang ke sopir tadi “ bapak lain kali, kalo tidak tahu, tanya sama penumpang, jangan hanya diam saja, giliran salah baru tanya, waktu saya banyak terbuang gara-gara bapak salah jalan dan gak mau bertanya “, si sopir tadi hanya menjawab “iya pak…”. Jawaban klise.. dan setelah mengucapkan terima kasih ( walau hati dongkol ), saya keluar dari taksi dan kemudian saya masuk ke terminal pemberangkatan dan mencoba untuk check-in, di salah satu maskapai penerbangan nasional, tepatnya di terminal 1A, setelah mencoba antri saya mencoba telpon adik yang ada di semarang, kira-kira jam 18.48 ( karena sampai tulisan ini dipubish , log/historik nya masih saya simpan ), pas giliran saya di depan loket check-in dan bercakap-cakap dengan petugas, begitu nelangsanya, karena saya dinyatakan telat, dan harus report ke bagian keterlambatan.


Memang apa yang saya tuliskan dan katakan diatas tidak lah akan mengubah apapun yang sudah ada dan yang sudah terjadi, saya telat, tidak bias ke mataram tanggal 10 November 2008, kesel ama sopir Blue Bird, lebih-lebih waktu yang terbuang percuma, saya sudah rugi secara moril ataupun material. Namun lewat surat ini saya berharap bahwa apa yang menimpa terhadap saya tidak akan terjadi pada penumpang lain, lebih-lebih kalo pihak manajemen Blue Bird mau untuk selelau meningkatkan kemampuan sumber daya manusia nya, sebagai contoh, dalam kasus saya diatas kalo memang si sopir itu tidak tahu, tidak perlu malu atau genggsi tanya lewat mana kepada customer, siapa tahu customer dapat memberikan informasi jalan mana yang paling cepat, selanjutnya dengan sumber daya infrastruktur yang ada di Blue Bird , karena yang saya tahu taksi di Blue Bird sudah menggunakan teknologi GPS, sehingga posisi taksi dapat terpantau, atau bisa saja sopir di pandu utuk melalui pesawat radio sehingga dapat memudahkan baik pihak sopir atau pihak customer, sehingga waktu tempuh, ataupaun perjalanan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya, sehingga pelanggan tidak dirugikan oleh ulah si sopir yang sok tahu jalan, nyelonong kesana kemari yang akhirnya tidak sesuai jalannya yang pada akhirnya customer juga yang dirugikan.

Semoga saja pihak Manajemen Blue Bird bisa selalu memperbaiki, karena seperti apa yang tertulis di majalah Blue Bird yang say abaca waktu itu “ Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang meniup “ dan “Maap ternyata masih blue bird yang …..dst….”, semoga dengan pencapaian yang baik disaat ini bisa lebih baik disaat nanti, tentunya dengan pencitraan yang didapat dari pelayanan yang beretika, cerdas dan humanis kepada customer…


Semoga saja


Monday, November 03, 2008

Berdoa, Bekerja, Belajar, Berbagi, Bergembira....

Yah.. begitulah, semangat dan semboyan hidupku..simple dan mudah-mudah an tidak susah untuk dijalankan, walaupun tidak mudah untuk dijalankan, paling tidak bisa memberikan dentingan irama dalam setiap menjalani kehidupan ini,

Berdoa, maksudnya bahwa kita harus selalu berhubungan dengan Nya, Tuhan yang mengadakan kita disini, memberikan rejeki, memberikan kebahagiaan sekaligus cobaan, dan membuat kita hidup jadi lebih hidup;

Bekerja, sebagai manusia, untuk menghidupi diri sendiri perlulah kita bekerja, bisa berarti juga melakukan aktifitas terutama aktifitas yang positif, berfikir positip, serta merasa "feel" yang positip juga, bekerja menjemput rejeki atas apa yang sudah disiapkan Nya, demi kesinambungan hidup

Belajar, untuk bisa selalu memperbaiki hidup, manusia perlu salah, karena manusia tidaklah sempurna, tetapi dengan salah itu manusia harus belajar, dan belajar lewat apa yang sudah diciptakannya merupakan belajar yang paling bijak, disamping belajar lewat formalitas
pendidikan, perlulah kita belajar lewat orang lain, mendengarkan pendapat orang lain, belajar dan belajar.. tuntutlah ilmu sampai negeri di awan...

Berbagi, sebagai masnuia sosial, keberadaan kita tergantung oleh manusia-manusia yang lain, oleh ortu kita, temen kita, sahabat kita, pacar kita, dan tentunya orang-orang lain yang tidak seberuntung kita, bisa ngakses internet, bisa chating, tentunya masih banyak juga saudara-saudara kita yang perlu mendapatkan perhatian walau tidak banyak, namun apapun pemberian kita yang bisa membantu mereka.. pasti pahala hadiahnya dan surga adalah tempatnya

Bergembira, suasana yang harus dipertahankan untuk bisa menjalani hidup, supaya suka cita senantiasa menyertai dalam hidup kita, kegembiraan harus kita pancarkan baik itu untuk diri sendiri ataupun orang lain, susah sedih itu hal yang biasa, tapi kegembiraan adalah milik orang-orang yang senantiasa selalu ingin hidup luar biasa.

semoga saja...kegembiraan selalu menyertai anda semua.....kapanpun dan dimanapun

Wednesday, October 29, 2008

Memaknai kembali Sumpah Pemuda.....

Tidak terasa 80 tahun sudah Sumpah Pemuda dikumandangkan yaitu 28 Oktober 1928, sebuah tekat untuk menyatukan Tumpah darah, Bangsa dan Bahasa yaitu Indonesia. Semangat dan Jiwa yang selalu kita pertanyakan buat diri kita, hingga saat ini, apakah kita masih cinta dan mengakui Bahwa Tumpah Darah, Bangsa dan Bahaa adalah Indonesia ?? Saya yakin, pasti "Ya", karena apa saat ini kita mungkin masih ada di Indonesia, cari makan di Indonesia, dan berkomunikasi dengan yang lainnya menggunakan Bahasa Indonesia , tapi apakah kita konsisten untuk itu, mungkin tidak atau mungkin ya ??? Itulah dinamika, itulah perubahan dan itulah sejarah. Karena konteks dulu dan konteks sekarang dinamikanya adalah berbeda.
Dulu Pemuda-pemuda Indonesia bersumpah kepada Bangsa dan Negara Indonesia karena pada saat itu Indonesia belum bersatu dan belum merdeka
untuk itu tekad untuk merdeka perlu disatukan, dan penyatuan itulah langkah awal untuk mencapai kemerdekaan.

Tulisan ini tidak menyorot sejarah kelahiran Sumpah Pemuda, karena saya yakin semua sudah tahu Sejarahnya, ya kalo tidak tahu sejarahnya
bisa dibuka di http://wapedia.mobi/id/Sumpah_Pemuda atau di mana saja site yang menjelaskan sejarah kelahiran Sumpah Pemuda. Disini lebih menekankan
pada permenungan, Relevankah Sumpah Pemuda untuk saat ini ? disaat bangsa dihantam badai ? kemerosotan ataupun namanya. Lantas posisi kita sebagai pemuda
ada dimana ? dan apa yang akan dilakukan untuk itu ? . Ada ungkapan bijak mengatakan "Jangan tanyakan pada negara apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakanlah
kepadamu apa yang sudah kau berikan kepada Negara", sebuah ungkapan yang begitu sederhana tapi mengena serta tidak mudah untuk dijalankan.

Kita sebagai pemuda, yang menjadi tulang punggung bangsa ini, sudah terbukti kontribusinya dalam perjalanan sejarah bangsa, bahkan mungkin sejak Republik ini terpisah-pisah, tidak tahu mana sabang dan mana mereuke
sejak perjuangan Cut Nya Dien, Pangeran Diponegoro hingga Trunojoyo, atau siapapun dia yang berjuang ingin merdeka, jauh dari penjajahan bangsa lain.
Tidak hanya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, sebelum itu juga ada yang namanya pergerakan Budi Oetomo 1908, yang dikenal dengan Kebangkitan Nasional, kemudian revolusi fisik 1945, Revolusi Orde Lama - Order Baru 1966, Order Reformasi 1998,
semua melibatkan Pemuda/mahasiswa. Tapi setelah itu ?? apakah pemuda mendapat tempat ? apakah pemuda mendapat kepercayaan dari rakyat ? apakah pemuda mendapat tempat di Parpol ? Semua bisa kita lihat pada saat ini, pemuda-pemuda kita sudah berada di tempat yang mungkin diinginkan nya, walaupun belum pada posisi strategis dan posisi yang menguntungkan secara politis.


Perbedaan suku, bahasa, agama, ras , terpisah-pisah kan nya daerah oleh laut, tentunya tidak menghalang-halangi niat pemuda untuk bersatu, beda suku, beda agama , beda bahasa serta perbedaan yang lain itu adalah Rahmat dari Illahi yang perlu disyukuri,
karena dengan perbedaan itu kita bersatu, dan tentunya perbedaan itu seyogya nya tidak perlu diperdebatkan, yang perlud dipertanyakan adalah apakah kita punya niat untuk maju dalam perbedaan itu ?


Sekarang sudah bukan lagi saat nya untuk berwacana tentang Pemuda harapan bangsa, pemuda tulang punggung bangsa, tapi sebagai pemuda kita harus tunjukkan kepada bangsa ini, bahwa pemuda dari dulu, kini dan yang akan datang
tetap setia kepada NKRI, setia kepada bangsa dan rakyat indonesia, mempunyai integritas, kapabilitas sehingga pemuda tidak hanya dipandang dengan sebelah mata saja, melainkan akan benar-benar diperhitungkan dan tentunya dapat
mendapatkan tempat sebagai pemimpin masa depan yang dapat dihandalkan dan bisa membawa bangsa ini dalam suasana "Gemah Ripah Loh Jinawi...", Negara adil, makmur dan bersatu tidak membeda-bedakan suku, agama dan ras manapun, karena bangsa Indonesia
adalah satu.

Jaya terus Pemuda INdonesia......

Friday, October 17, 2008

Presiden : Antara Independen dan Lewat Parpol

Rame-rame mencalonkan diri sebagai presiden terutama lewat jalur indepence sekarang bertambah lagi, setelah mantan KSAL Slamet Subijanto, akan mendeklarasikan dirinya untuk mencalonkan sebagai presiden, setelah sebelumnya ada Sutiyoso, Rizal Malarangeng, Rizal Ramli, Fajroel Rahman dan mungkin aku sendiri kaleee ya.... Tapi yang namanya demokrasi tentunya hal tersebut tidak masalah, ada yang berani langsung terbuka mencalokan diri sendiri, ada yang masih malu-malu, atau ada yang tidak mau menjadi Capres melainkan Cawapres. Bukan hal yang mudah apabila seseorang memberanikan diri untuk mencalonkan sebagai presiden secara independen, saya sendiri juga belum tahu apakah sudah ada amandemen terhadap undang-undang, bahkan yang saya tahu undang-undang pilpres saja belum selesai dibuat. Selain masalah perangkat perundang-undangan , juga masalah dukungan yang nyata terhadapa calon indenpenden tersebut, selain itu juga adalah masalah pendanaan yang tentunya tidak sedikit yang dibutuhkan untuk melicinkan pada bakal capres tersebut.

Secara umum gambaran visi dan misi yang diusung oleh para calon independen tidak berbeda satu sama lain nya, yang membedakan pastilah cara pandang dalam melihat permasalahan bangsa ini, yang jelas para capres independen menginginkan kesejahteraan rakyat, keadilan, kepastian hukum, pendidikan, pemerataan pembangunan. Itulah kebanyakan jargon dari capres independen untuk menjual dirinya ke konstituen, karena hal-hal tersebutlah yang laku sebagai komoditi politik, terutama dalam masa pemilu yang akan datang.

Persaingan dengan capres yang diusung oleh parpol pun tidak kalah sengitnya, parpol-parpon yang merasa sudah mapan, yang nantinya dapat % suara yang significat sudah berancang-ancang untuk mencalonkan ketua umumnya, seperti Megawati, dan sejauh ini baru mbak Mega saja yang kedengaran dari partai besar yang mencalonkan dirinya, bahkan Golkar saja "takut" atau malu-malu mencalonkan ketua umumnya untuk menjadi calon presiden, konon partai golkar tetap membidik cawapres saja, tanya kenapa ? padahal partai pohon beringin tersebut merupakan partai besar loh, bahkan pada pemilu sebelum nya , partai ini termasuk top 3, partai yang mendapatkan suara yang significant. Tak kalah dengan partai-partai yang sudah mapan, Gerindra salah satu partai baru yang akan ikut perdana dalam pemilu 2009, sudah mengikrarkan mantan Danjen Kopasus Prabowo Subijanto untuk menjadi capres tahun 2009, bahkan Rizal Ramli yang maju secara independen dan mengikuti konvensi capres dari PBR pun optimis mampu bersaing dengan rival-rival yang berat, tentunya dengan incumbent yaitu SBY.

Kita sebagai orang awam, tentunya senang-senang saja dengan fenomena demokrasi yang tumbuh dan berkembang di negara ini, tidak ada lagi satu tokoh yang mendominasi dan berpengaruh, tidak ada single majority, ataupun penguasa tunggal yang begitu hegemoninya bisa pongah dan bisa membuat bangsa ini seperti mainan buatnya. Sekarang bangsa ini sedang mekar-mekar nya iklim demokrasi. Tokoh yang sebelumnya bukan tokok politik bisa dengan mudah dan cepat berganti baju untuk masuk ke area dan partai politik tertentu. Muncul nya calon presiden yang lebih dari satu calon ini, juga menumbuhkan bahwa bangsa ini tidak kekurangan pemimpin, bahwa pemimpin itu tidak diciptakan tapi di lahirkan, maka kesempatan yang saat ini ada, kita harus pergunakan sebaik-baiknya.

Tidak ada bedanya antara capres independen dan dari parpol, yang membedakan adalah dari mana dia berada, siapa basis konstituen nya dan tentunya ada perundang-undangan yang mengatur tentang itu. Perlu dibuat peraturan dan perundangan yang jelas, transaparan dan adil, serta dapat mengakomodir anak bangsa ini untuk maju. Memang negara kita adalah negara dengan sistem Presidensil, dan pilar-pilar demokrasi negara ditegakkan oleh partai-partai politik, tetapi jangan sampai partai politik tersebut mengebiri potensi, hak dari warga negara untuk maju dan menjadi pemimpin bangsa ini kedepan, jangan sampai partai politik hanya dijadikan broker dan makelar politik belaka, yang isinya adalah tawar-menawar yang diharapkan nantinya tidak jauh dari kesejahteraan masyarakat. Karena kita semua setuju siapapun presidennya yang penting Jujur, Bertanggung Jawab, Punya Komitmen terhadap kesejahteraan, Bersih diri dan lingkungan, apa yang diomongkan sesuai dengan apa yang dikerjakan, niscaya, pemimpin atau presiden seperti itulah yang selalu akan dicintai oleh rakyatnya, bukan dia presiden independent atau presiden parpol, karena yang kita butuhkan adalah presiden untuk Bangsa Indonesia ini, presiden yang bisa membawa kemakmuran buat bangsa kini dan sepanjang masa.....

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More