This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Social. Show all posts
Showing posts with label Social. Show all posts

Sunday, May 15, 2011

Berproses...

Akhirnya.. bisa kembali lagi meng-update blog yang lama ditinggalkan, entah tak tau kemana... antara ada dan tiada. ya itu lah.. manusia, konsistensi itu selalu menjadi kendala... padahal kalo di jaga akan menjadi kekuatan yang luar biasa.. ibarat air yang setetes-demi setetes mampu menghancurkan sebuah karang... itu hanya didapat dari sebuah konsisenti yang luar biasa, terus menerus tiada henti..

Tapi buat manusia yang punya emosi, perasaan dan pemikiran yang selalu berbeda dari waktu ke waktu, konsistensi menjadi tantangan sendiri, bagaimana cara nya sebuah proses dapat dilakukan secara konstant dari waktu ke waktu, secara teratur, terarah, terukur dan menghasilkan... lain halnya dengan air yang bisa memecah karang bersifat statis, tidak hidup dan tidak punye keinginan.. disitu melulu alias tidak bergerak

Sebuah proses yang baik tentunya diawalai dengan niat dan tujuan yang baik juga, selanjutnya direncanakan, dikerjakan, dan dikelola dengan baik.. ini hal yang lebih jauh lagi dan kompleks, memerlukan usaha yang lebih... Proses yang baik akan menghasilkan Output yang baik.. dan prose yang baik itu ditentukan oleh input.

Betapapun, jauh dan lama nya sebuah proses, pasti akan ada tujuan akhirnya, membuat batasan dan tujuan awal sebagai prioritas adalah hal yang bijaksan, suapaya tujuan tidak ngelantur menjauah dari apa yang diharapkan, dan proses tidak melebih dari kapsitas beban yang dipikul.. ikhlas dan sabaar adalah bumbu utama penyedap kenikmatan dan kelezatan berproses.. ditambah dengan semangat.. niscaya berproses merupakan hal yang indah.. ibarat dari ulat menjadi kepompong dan kepompong menjadi kupu-kupu yang berawarna warni terbang kesana kemari...

Berproses adalah syarat untuk meraih sukses.. sebab sukses tidak datang dengan sendiri... !!!!

Selamat berproses.....semoga sukses selalu...!!!

Monday, March 23, 2009

Demokrasi yang High Cost Low Impact...

:: Pil-Leg ::

Hingar-bingar perhelatan pemilu untuk pemilihan legislatif sudah berjalan lebih dari satu pekan. Tentunya sudah banyak hal yang sudah dilakukan, lebih-lebih banyak biaya yang sudah dikeluarkan, sebelumnya biaya untuk pasang banner, iklan , buat stiker dan lain-lain yang bersifat promosi, baik di media cetak ataupun di media elektronik, dan pada saat kampanye ini tentunya biaya yang dibutuhkan juga tidak kalah banyak, biaya trasportasi untuk ngumpulin massa, biaya bagi-bagi duit atau sembako, biaya sewa artis untuk mengundan massa, pemanis kampanye, biaya kunjungan ke konstituen dan biaya-biaya tar terduga dan tak tertulis lainnya. Biaya-biaya tersebut tentunya dikeluarkan, bukan tanpa harapan, para caleg berharap dengan semakin banyak uang yang mereka keluarkan pasti kemungkinan untuk terpilih menjadi “wakil rakyat” akan terbuka lebar… itu sih katanya, tapi ada yang berpendapat belum tentu juga, walau bibir dah monyong-monyong memberikan iming-iming dan janji, serta banyak nya uang yang sudah dikeluarkan dan dibagikan belum tentu itu sebagai harga mati dan otomatis pasti akan terpilih, bisa-bisa malah bisa masuk rumah sakit jiwa karena tidak terpilih dan stress, tentunya ini juga akan menambah biaya lagi bagi para caleg yang tidak lolos.

:: Pil-Pres ::

Lepas dari biaya yang dikeluarkan oleh caleg-caleg secara individu, nantinya akan ada pilihan pilpres, tentunya para calon presiden juga sudah ancang-ancang untuk mengeluarkan biaya yang dibutuhkan , baik untuk mendekati para pemilihnya, seluruh Indonesia tentunya, dan bisa dihitung dech berapa biaya yang dibutuhkan, biaya untuk iklan, poster dan stiker biaya transportasi, biaya artis dan tetek bengek nya, pokoknya banyak dech.

:: Penyelenggara Pemilu ::

Lain peserta pemilu lain juga panita penyelenggaranya, pasti lebih banyak lagi, karena yang diurus adalah lebih dari 40 partai dan lebih dari 50 juta pemilih seluruh Indonesia, buat cetak surat suara yang pasti ber rim-rim kertas yang dibutuhkan, biaya kirim, biaya pengadaan kotak suara, biaya iklan untuk sosialisasi, biaya infrastruktur IT dan tetek bengeknya, aku sendiri gak tau dech berapa yang dibutuhkan untuk itu, mungkin nanti juga akan diketahui berapa biaya yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pemilu baik itu pemilu legislatif atau pemilu presiden. Belum lagi biaya-biaya untuk membayar petugas di TPS-TPS seluruh Indonesia, berapa orang petugas yang dibutuhkan dikali ongkos operasional mereka, wuu.hhh.uhhhh… pasti banyak dech… sampai capek ngitungnya, dan lagian gak ada datanya sih…hehehehee…

:: Dampak Pemilu buat kita ? ::

Terus kalo pemilu dah diselenggarakan, tentunya akan menguras energi sebagian orang-orang yang berkepentingan disitu, terus biaya dari APBN/APBD terus biaya-biaya dari kantong-kantong partai, caleg ataupaun capres.. kalo ditotal berapa semua ? wui..iih.. pasti banyak banget, 1 triliunkah or 10 triliunkah ? aku sendiri gak ngerti , gak bisa diitung dan gak keliatan apa-apanya yang diitung. Belum lagi kalo nanti ada kerusuhan, berapa banyak tempat/kantor pemerintah ataupun asset pemerintah/swasta/pribadi yang menjadi korban, serta berapa nyawa yang harus menjadi korban, serta berapa biaya itu semua ya ? wah.. gak ngerti dech… susah… :-/

Apa bener ya, mereka keluar biaya yang banyak, capek dan sebagainya itu untuk rakyat Indonesia, apa kalo ada pemilu dengan partai yang berjibun begini dengan mengatasnamakan demokrasi dan rakyat, terus rakyat akan menikmati, apakah kesejahteraan rakyat dapat ditingkatkan ? apakah keamanan Negara bisa dijamin ? apakah konflik social bisa ditekan ? dan yang lain-lainnya. Sungguh menurutku, pemilu yang ada sekarang ini hanya obral janji belaka, yang ada hanya manuver-manuver politik dan intrik, yang sebetulnya rakyat kecil tidak tau menahu, toh dengan kampanya atau obral janji para politisi, harga-harga kebutuhan pokok tidak turun, nanti ? itu masih lama !, masih banyak cerita yang harus dibuat, masih banyak kebohongan yang harus diselipkan dalam setiap manis kata. Belum lagi muncul kasus DPT fiktif dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh para peserta kampanya, capek..pusing…BT dan gak tau harus ngapain !!!

Perjalanan bangsa ini serasa membuat masyarakat capek, dengan melihat ulah para elit yang hanya mementingkan kelompok sendiri, mbok mereka itu bersatu, buat partai jangan banyak-banyak dan tidak membingungkan rakyat, para elit duduk bareng membicarakan masalah bangsa, tanpa harus mencela dan saling sikut, tampil elegan dengan berlandaskan hati yang tulus ikhlas untuk memajukan bangsa, menghantarkan rakyat ke gerbang kemerdekaan yang hakiki, sejahtera yang sejati… sehingga biaya yang dikeluarkan itu tidak menjadi yang mubazir… dan rakyat lah yang rugi, karena harus menanggung derita yang tiada kunjung berakhir..

Semoga saja….biaya yang dikeluarkan bisa mensejahterakan seluruh Rakyat Indonesia, tidak terkecuali….

Monday, March 09, 2009

caleg dan pileg....serta harapan-harapan

Kampanye sebentar lagi..

Sebentar lagi, kampanye terbuka untuk Pemilihan Legislatif akan segera dimulai... antusias ? skeptis ? males ? gak peduli ? emang gue pikirin ? :D dah tau bagaimana cara milih, tau siapa yang akan dipilih ? apakah nanti kampanye aman dan damai ? :-/ , itulah sejumlah pertanyaan yang selalu , mampir dibenak kita akhir-akhir ini, media tak henti-hentinya memberitakan kesiapan kampanye, pelanggaran sebelum kampanye, atauapun parpol peserta pemilu sudah mengelus-elus jagonya untuk menjadi presiden, walau justifikasinya jago calon presiden akan muncul setelah pemilihan legislatif

Lantas bagaimana tentang Pemilihan Legislatif atau PILEG yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 April 2009 ini ? aku sendiri juga bingung harus milih yang mana ? boro-boro milih, kepikiran untuk datang ke TPS aja belum, soalnya dari pemilu tahun 1997 aku selalu golput, kalau pun harus milih, aku pilih semua ? itu namanya golput ya .... ? aku pikir sih nggak , karena aku masuk ke TPS dan aku milih, walau milih semua hehehehehehe :D

Sosialisasi Calon Legislatif

Sosialisasi Calon Legislatif kesannya cenderung "brutal", tempat yang dirasa strategis, pasti ada gambar caleg, baik berupa banner, stiker, papan nama ataupun apalah namanya. Dengan nama yang bergelar-gelar, hingga mengaku sebagai "trah" selebritis pun menghiasi pinggiran jalan, seakan-akan ingin menunjukkan "Gue gituh coy".. supaya masyarakat tau dan pada saat nya nanti memilih, gak peduli apakah tempat itu halal untuk dipasangi alat peraga kampanye atau tidak, apakah perlu bayar/pajak atau tidak, yang penting hajar dulu bleh, pasang dulu bongkar belakangan, kalo perlu "nanti juga dibongkarin" kok. Udah gitu tulisan dan jargon nya pun seragam yaitu sejahtera, aman, adil dan makmur, profesional, bersih atapun peduli... gak tau nanti kalo sudah kepilih.. lupa kali ama janji-janjinya. Ada yang berbusana normal-normal saja, ada juga yang berbusana norak, menjadikan dirinya seperti super hero ataupun pahlawan, yang seakan-akan nantinya mereka akan menjadi pahlawan bagi rakyat, apakah demikian ?

Aku sendiri juga merasa heran dengan sosialiasi yang dilakukan oleh para caleg kita, lebih seneng mejeng dipinggir jalan, daripada mendatangi rakyat secara langsung, tulus dan iklas. Menanyakan kepada rakyat, apa sebenarnya yang dihadapi, apa yang diharapkan atau mungkin rakyat dah bosen, karena sebetulnya para caleg/pemimpin itu sudah tahu apa yang dihadapi oleh rakyatnya, tapi "belum bisa" merealisasikan, karena memang susah kalee ya ? :D

Harapan untuk para caleg..

Sebetulnya sederhana saja, apabila caleg/pemimpin itu secara konsisten dan secara nyata serta meyakinkan membela kepentingan rakyat, saya dan anda yakin, bawah caleg tersebut pastilah pantas untuk dipilih untuk mewakili dan tentunya menjadi pahlawan untuk rakyat. Tidak perlu bergelar-gelar kayak kereta , tapi hasilnya nihil, ataupun mengaku-ngaku turunan "ningrat", turunan "selebriti" ataupun turunan "penggede" sekalipun, tapi tidak pernah menunjukkan karya nyata, Caleg yang bisa mengayomi, mengayemi, banyak bekerja sedikit bicara, dan berjuang didepan rakyat akan selalu dicari dan dicintai, tidak usah muluk-muluk, kaki selalu menjejak bumi dan gak usah neko-neko...

Semoga caleg-caleg nanti yang terpilih adalah caleg-caleg yang memang pilihan, punya kapalibitas, kompatibilitas, tidak "bebel" dan selalu membela kepentingan-kepentingan rakyat, punya integritas dan moralitas... santun dan bijak... semoga saja !!!!!

Wednesday, February 25, 2009

Habis pijit....

Akhirnya sore tadi bisa pijit... pegel-pegel dan nggregesi ilang, mata terang pikiran tenang.. Soalnya dah nahan-nahan hampir 1 bulan, bisa dipijit ama tukang pijit langganan.. Jangan ngeres ya.. ini pijit beneran, bukan pijit++, melainkan pijit sehat.. nak ora percoyo iso dicobo.... murah, meriah

Setelah pijit.. mandi badan terasa nyaman dan bisa terus ke gereja... Rabu Abu, hari dimana awal dari pra-Paskah...

Tuesday, February 24, 2009

Gak sempet......

Terakhir kali nulis blog ini, setelah dari papua... pinginnya panjang lebar aku tulis pengalaman ku disana , ada cerita bagian pertama dan bagian ke 2, tapi walo sudah nulis lanjutannya tapi rasanya "males" or "gak sempet" untuk nerusin....

Sekarang aja habis dari cisarua, raker ama customer, trus buka email ( lupa gak bawa modem ), so baru hari ini bisa outlook.... Semalem kedingininan lagi... e.e.e pas pulang jaket ketinggalan di mobil.. jadi pulang gak pake jaket... mudah2 an aja gak masuk angin...

Ya mudah2 an aja.. penyakit males dan penyakit "gak bisa nyempetin" cepet2 aja ilang.. biar bisa aktif lagi dan normal untuk kutak kutik ketak ketik .. biar ada yang dikerjakan dan gak ngelamun yang iya-iya...

semoga saja yang baik tambah baik, yang super tetep tambah super....

Monday, January 19, 2009

road to papua.... (1)

Tanggal 15-18 Januari 2009, aku ada road job ke papua, tempat yang sebetulnya tidak pernah aku impikan untuk kesana, emang sih itu pertama aku datang kesana. Berangkat dari kosan jam 7 malam, naek damri dari pasar rebo ke Bandara Soetta, sampai bandara jam 9 malam, makan dulu di tempat biasa di cafe soka, terus nunggu orang dari pln-pusat. Perjalanan dimulai kira-2 pukul 22.30 an naek lion yang 900ER ( yang katanya terbaru ), perjalanan yang lumayan seru, malam hari cuaca gak bagus, dan kebetulan di dalam pesawat ada anak kecil yang nangis ketakutan dan pingin segera pulang ??%%#%, suasana yang agak mencekam, dikarenakan pesawat berjalan dalam cuaca yang mungkin tidak bersahabat, mau tidur kagak bisa, karena ada suara anak kecil yang lagi termehek-mehek.

Kurang lebih hampir 45-60 menit anak kecil tersebut nangis, dan mungkin juga karena kecapaian juga si anak kecil akhirnya tidur dengan pulasnya, tp walau si anak kecil sudah diam, tp aku gak bisa tidur, gak tahu, dah gitu perjalanan pesawat seolah-2 melewati jalan yang banyak "lubangnya" atau lewat jalan yang tak rata, jadi pesawat sedikit goyang kanan dan goyang kiri, aku hanya bisa memanjatkan doa saja dalam hati, semoga diberikan keselamatan , karena pesawat harus transit dulu ke Makasar sebelum terbang lagi ke Papua.

Setelah 2 jam berlangsung, mengarungi angkasa nan luas, kira-2 jam 2 malam waktu Makasar, pesawat berhasil dengan mulus Landing, sesampainya kita di Bandara Makasar, selain untuk transit, aku juga minum teh anget, kedinginan di pesawat, dan tentunya menghilangkan rasa deg-2 an yang aku alami selama perjalanan dari Jakarta-Makasar. Sruptttt....enak banget minum teh anget nya, badan jadi lumayan hangat juga, tentunya tidak ketinggalan sedotan rokoknya.. pussshhhhsshhhhh , asap keluar dari mulut heheheeee.. rasanya puas... puas banget bisa ngerokok dan minum, soalnya lu tau sendiri, di pesawat gak ada minuman dan makanan, lebih2 ngerokok wah bisa di turunin di jalan dech..... cacian kalo gitu... Setelah minum dan ngerokok, tidak ketinggalan juga ritual di toilet, dan setelah menunggu kurang lebih 30 menit, akhir nya penumpang semua yang ke Papua harus naek lagi ke pesawat, kalo tadi dari Makasar-Jakarta kita naek yang 900ER, nah dari Makasar-Papua kita naek MD90, karena mungking yang ER900 tidak bisa mendarat karena Bandara Sentani memang belum didesin untuk yang berbadan lebar.

Aku juga gak ketinggalan untuk naik, daripada gak terangkut hehee.. akhirnya aku naek, dengan memanggul backpack aku masuk ke pesawat MD90 tersebut, dah gitu bagasinya habis lagi.. weleh..weleh....buat apa tuh bagasi kok bisa habis... kere.. sinting. dalam hatiku, akhir nya backpack aku pangku aja, tapi tak seberapa lama backpak itu aku pangku, aku didatengi oleh pramugrai katanya gak boleh, akhirnya aku taruh aja di kakiku, dan semua aman, walau si pramugari nya agak ngedumel gitu.. ya gituh dech.. ngedumelnya.. dalam hatiku biarin aja.. bayar mahal-mahal kok pelayanannya gak sesuai , eh tahu gak.. ternyata perjalanan dari Makasar-Papua ditempuh dalam waktu 3 jam, buju buneng pikirku.. terus ngapain ya 3 jam dipesawat, capek dech.....

Setelah semua dirasa ok di dalam pesawat, akhirnya pesawat mulai take off untuk menuju ke Papua, kayaknya cuaca agak bagus, kira-2 pesawat mengudara jam 3-3.30 waktu Makasar, dan untungnya tidak ada anak kecil yang rewel or nangis, aku coba untuk memejamkan mata ala kadarnya, yang penting bisa tidur, karena selanjutnya ada pertemuan dengan customer, rupa-2 nya cara yang aku pake berhasil, tidur aku paksain, pas kira-2 jam 6-7 pagi kayaknya pesawat sudah berada di atas tanah Papua, kelihatan sekali gugusan pegunungan di daerah Papua, yang tinggi menjulang, seolah-olah menjadi menopang awan dan langit disana, kira2 30 menitan akhirnya pesawat mendarat di bandara Sentani, perlahan-2 MD90 turun dari ketinggin dan disitulah kelihatan danau sentani yang terkesan dingin, sejuk dan sepi.

Dan akhirnya MD90 menyentuh landasan bandara Sentani, aku hanya bisa beryukur pada Tuhan, akhirnya aku bisa sampai dengan Selamat, tentunya atas campur tangan Nya lah aku bisa ke Papua dengan tidak kurang suatu apapun. Nah selanjutnya aku turun dan disambut oleh penjemput dari customer, dan tidak lupa kita cari sarapan Coto Makasar disana... perut kenyang ..mata terang.. pikiran tenang... untuk sementara.. karena bentar lagi mau presentasi dengan customer.. dan belum mandi...

heheheee.....yang penting dah nyampe.. selamet lagi.. Makasih ya Tuhan... You Save My Life...!!!

Tuesday, January 13, 2009

hari ini : Hujan yang berkelanjutan...

Hari ini, 13 jan 2009 hujan hampir seharian mengguyur jakarta, dari berangkat kerja ( mampang ) hingga jam balik ngantor ( balik ke saerah pasar rebo ) jam 5 sore, hujan deres menyambangi.. yang jelas jalan tambah macet walau jam berangkat sekolah di ajuin jadi jam 06.30 wib, dan pulang kerja biasanya di mampang hingga buncit jam 5 sorean padat merayap susul-susulan alias "pamer susu"...

Emang sih, rasanya jadi gak panas, gak berdebu.... tapi kita mesti harus hati-hati, jalan dijakarta masih banyak lubang, kalo pas hujan begini lubang ketutup air, dan kita gak tahu mana lubang dan mana jalan yang halus, so mesti tambah waspada karena kalo salah masuk lubang, kepeleset jatuh pasti sakit dech...

Hujan, bikin tambah macet jalanan, bikin gak kering jemuran bikin orang payungan dan bermantolan.... dan di daerah pinggir kali pasti siap2 untuk menghadapi kebanjiran, hal yang sudah menjadi ritual tahuan terutama di bulan2 januari-februari, banjir seolah2 menjadi momok yang menakutkan ( atau menjadi hal yang biasa ).. karena banjir melumpuhkan segala kegiatan, mau jalan kesana or kesini jadi males dan gak bisa, karena bisa-2 terhalang oleh banjir...

So kita harus ati2 dan waspada aja, bagi motorist gak usah ngebut2, slow but sure aja yang penting selamet sampai rumah dan temen2 yang di daerah langganan banjir, siap2 aja jangan sampai ada yang ketinggalan, biar nantinya jika itu (banjir) datang sudah siap-2...

semoga saja hujan tidak hanya membawa bencana saja. melainkan ada berkah dibalik itu.....

Friday, January 02, 2009

Siap menjalani tahun 2009 dengan semangat yang lebih super..

Hari ini 2 Januari 2009, dimana aroma tahun baru masih kerasa... berita hingar bingar dan kemeriahan pesta tahun baru masih menggema, segala duka dan suka pun terpampang didepan mata, siapkah kita mengjalani tahun ini ? dengan segala daya upaya serta usaha dan doa ? sudah cukupkah "bawaan" yang akan kita pakai ?.. yang penting jalanin aja.. alon-alon waton kelakon... slow but sure..

Tadi pagi aku coba untuk memulai.. service motor dan ganti oli.. ganti foot step belakang kiri kanan , tinggal stel velg nya aja yang belum, soalnya tadi pas kesono bengkel nya tutup. waduh.. padahal itu yang paling penting.. mesin ok, footstep ok, tapi kalo jari-jari nya kendor wah.. jadi gak ok.. ya itu namanya juga usaha untuk mempersiapakan diri... tidak hanya hati dan pikiran serta fisik saja, melainkan peralatan yang lain, termasuk kendaraan juga harus disiapkan dengan baik... karena bulan januari-februari adalah bulan bencana buat jakarta, banjir...banjir..... nah kalo "tunggangan" gak ok apa kata dunia... macet.. wah pasti capek dech ngedorong nya....

Emang sih, kalo semua dah disiapin dari awal itu rasanya enak.. gak kemerungsung.. dan apa yang belum bisa disiapkan dari awal, supaya pas waktunya kita dah siap... siap segalanya. Mudah-mudahan tahun 2009 memberikan rejeki yang berlimpah, diberikan selalu kesehatan dan dijauhkan dari bahaya baik ituyang kelihatan ataupun yang tidak kelihatan...

siapkan hati.. siapkan pikiran... tambahkan semangat yang SUPER....

Tuesday, December 30, 2008

Tahun baru... tambah semangat.. tambah sukses dan tambah Super..

Beberapa hari lagi, tahun 2008 akan ditinggalkan dan apapun yang terjadi 2 hari lagi tahun 2009 akan di mulai di sambut. Susah senang, suka dan duku, gagal dan berhasil, benci dan cinta di tahun 2008 akan ditinggalkan, perlu dikenangkah segala peristiwa di tahun 2008 ? Bukan berarti kita harus selalu mengingat apa yang sudah terjadi duren-duren, roti-roti alias mbiyen yo mbiyen saiki yo saiki ( dulu ya dulu, sekarang ya sekarang ), hal yang bijaksana apabila kita memaafkan tanpa harus melupakan bukan berarti inget terus gituh loooh...

Apa yang terjadi di tahun 2008, hendaknya bisa dijadikan dasar dan acuan untuk menjalani di tahun 2009, apa yang sudah direncanakan dan belum dilaksanakan, mudah-mudahan bisa dijalankan dan direalisasikan di tahun 2009. Tahun 2009 tahun yang penuh harapan tahun dimana kita bisa mengepakkan sayap lebih lebar lagi dan terbang lebih tinggi untuk mengarungi hidup dan hinggap pada tujuan yang diharapkan.

Biarlah tahun 2008 berlalu dengan penuh kenangan pahit dan manis, kita sambut dan kita buka tahun 2009 dengan penuh harapan, penuh optimisme, penuh kerja keras, semoga apa yang belum kita raih dan capai, di tahun 2009 bisa diraih. Siapakan energy ekstra untuk melewati tahun 2009 yang mungkin akan lebih banyak intrik, baik intrik politik karena tahun 2009 akan ada pemilu ( legislatif dan presiden ), juga intrik sosial yang mungkin timbul akibat kekisruhan akibat efek samping dari adanya pileg dan pilpres.

Buat adonan sukses dengan semangat ekstra yang diaduk dengan kerja keras serta tambahkanlah bumbu-bumbu doa yang dipanjatkan kepada Illahi, jangan lupa adonan itu dihidangkan dengan penuh rasa syukur dan dilandasi dengan hati yang damai, niscaya tahun 2009 akan menjadi lebih baik, dan kita akan menjadi manusia-manusia yang super....

semoga tahun 2009 menjadi tahun yang super.. tahun yang dasyat.. penuh berkah dan manfaat buat diri sendiri, diri anda, diri mereka dan diri kita semua

Selamat Tahun baru 2009... semoga Tuhan memberkati ..

Monday, December 29, 2008

Xtra Lemot'ss...

Sudah hampir 4 tahun lebih menggunakan provider yang berjargon "Nyambung teruss...", tetapi pada kenyataannya tulalit...tulalit..... kalo di Jakarta paling lama 31 menit, kalo di lombok ini gak sampai 10 menit, gak tahu ya provider-2 sekarang konsepnya yang penting Iklannya ngetop, tap servis nya katrok hee..hehe.. alias gak karu-karuan.. dan gak sesuai dengan apa yang dijanjikan di iklan

Padahal, mereka bisa hidup itu dari para konsumen, walaupun konsumen bisa menggunakan layanan karena ada provider, tetapi biasanya yang dirugikan itu ya konsumen, maka ada YLKI alias Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia yang notabene mempunyai tanggung jawab memberi advokasi kepada pelanggan yang dirugikan oleh "Penjaja", tapi kadang2 apa daya ya memang baru segitu yang bisa diberikan oleh penjaja.. ya akhirnya konsumen terima-terima aja.. alias opo anane wae.. dalam hatinya si penjaja " ra gelem yo ora opo2.. kono golek liyane" dan itu merupakan kata-2 standard apabila si penjaja tidak bisa memberikan layanan sesuai yang dijanjikan

Dasar asal-asalan yang ngelola jadi asal embat.. asal sikat... komplain urusan belakangan... dasar penjaja yang gak tahu diri... udah untuk ada yang make.. kalo gak ada yang make... mampuss lu... hehehehee.... kesel dech.. putus teruss.... teruss putus.... dasar kereee... sinting... hehehehehhee

Thursday, December 11, 2008

Perlunya standarisasi mutu lembaga survey...

Banyaknya kandidat presiden membuat rakyat banyak pilihan, apakah itu sebagai pilihan yang terbaik atau pilihan yang terakhir karena tidak ada yang lain lagi, atau memang tidak punya pilihan, alias semua kandidat presiden tidak ada yang pas.

Lain daripada itu, para kandidat presiden berupaya untuk terus mencitrakan dirinya sebagai seorang yang pantas untuk dipilih atau dipilih lagi untuk menjadi presiden yang akan datang. Lewat iklan baik lewat tv, radio, koran bahkan lewat internet. Tetapi hal itu juga belum tentu bisa menaikkan citra / rating si kandidiat. Lebih dari itu para kandidat konon ceritanya juga memesan lewat lembaga survey, karena hal ini berkenaan dengan representasi dari pendapat masyarakata ataupun opini publik.

Kondisi masyarakat kita yang cenderung "rubuh-rubuh gedhang" alias ikut-ikutan , belum teredukasi dengan baik masalah politik serta cenderung gak punya pendirian, lebih mudah dibujuk lewat hasil survey tersebut, karena seolah-2 hasil survey tersebut merupakan "pendapat banyak orang" yang sudah valid.

Sekarang yang menjadi masalah adalah sudah validkan hasil tersebut, hanya dengan mengambil bebarapa sample (tidak semua), tapi sudah bisa merepresentasikan hasil dari kesemuanya , bagaimana metodenya, dan kenapa hasil nya ada yang berbeda dengan lembaga survey yang lain , dan sebagainya dan sebagainya.

Bagi saya sungguh menggelikan apabila sebuah lembaga yang mempunya "power" untuk merubah "mindset" orang banyak dan tentunya bisa berakibat baik/buruk dan tentunya bisa jadi merugikan pihak lain, tetapi tidak ada akreditasi/peraturan ataupun lembaga yang menaunginya. Sebagai layaknya stasiun tv, radio, koran, lembaga survei tidak lah jauh berbeda, stasiun tv, radio, koran jg bisa salah memberitakan informasi kepada penonton, begitu juga dengan lembaga survey juga bisa salah memberikan informasi. Sebetulnya bukan salah atau benar memberikan informasinya, melainkan mekanisme pertanggungjawaban dari informasi itulah yang perlu dipertanyakan, bagaimana sumber nya, metodenya, sampel nya
dan lain-lain. Sungguh naif apabila dengan metode keilmuwan tp hasilnya berbeda, kalo mendekati sama relatif ok, tapi kalo berbeda ? bagaimana nanti nasib konstituen nya, kalo lewat hasil survey tapi lewat hasil penghitungan sebenarnya oleh KPU tapi dinyatakan kalah ? pasti akan banyak resiko-resiko yang akan dihadapi.

Perlu sekali untuk mengelola dan mengatur serta memberikan kesempatan seluas-luas nya kepada siapaun, baik perorangan atau lembaga/organisasi baik itu pemerintahan ataupun partai politik untuk mengemukakan pendapat lewat survey, tetapi harus ada mekanisme, kalo itu hasil untuk internal dan bukan konsumsi publik hendaklah jangan dipublikasikan atau kecolongan/bocor informasi nya keluar, tetapi jika itu dipublish untuk umum, ini yang harus di atur bagaimana sebaiknya ?

Saya berpendapat bahwa akreditasi lembaga survey itu perlu, sebagai wujud tanggung jawab atas perundang-undangan yang ada, walau itu sebuah kebebasan tapi perlu diatur, kemudian untuk mengetahui kapabilatas dan kemampuan si lembaga survey, siapa orang-orang dibalik itu, juga sebagai jaminan mutu atas lembaga survey yang bersangkutan, kemudian nantinya perlu ada audit terhadap apa yang sudah di survey / hasil survey, baik itu metode, sample, margin errror serta dukungan teknis dan science dalam melakukan suvey tersebut, jangan sampai nantinya lembaga survey hanya mengemukakan hasil yang tidak bisa dipertanggungjawabkan hanya melakukan atas pesanan sesorang demi kepentingan sesaat, kemudian cara dan mekanisme mengumumkan hasil tersebut, saya mengusulkan bahwa lembaga survey juga harus ada naungannya seperti lembaga-lembaga lainnya seperti asosiasi misalnya Asosiasi Lembaga Survey Indonesia ( AsLI) :)) , nah lembaga ini lah yang akan memfasilitasi, juga bertidak sebagai audit internal, dimana anggota-anggotanya adalah orang-orang terpelajar non partisan dan mempunya dedikasi yang tinggi, jadi antar lembaga survey yang satu dan lembaga survey yang lain berkumpul/bertemu jadi satu, dan diumumkan bersama-sama, dengan terlebih dahulu memberikan informasi kepada publik, bahwa hasil yang dipublikasikan merupakan kajian ilmiah
dari lembaga survey tersebut, dengan tidak mengurangi rasa hormat bahwa sebetulnya hasil yang dipublikasikan itu mendahului KPU dan tentunya tidak bermakna apa-apa, kecuali dan tidak bukan adalah hasil dari KPU sendiri. Jadi publik perlu dijelaskan dan diedukasi, serta berharap bahwa harapan itu bukan pada hasil survey tetapi hasil dari KPU lah yang akan menentukan nasib para kandidat.

semoga saja....!!!!

Thursday, November 13, 2008

Uenaakknya sambal di Lombok... Mak Nyusss....!

Sudah 2 hari aku berada di lombok terhitung dari tanggal 12-13 November 2008, dan sudah 2 hari ini juga merasakan nikmatnya sambal tomat ala Mataram-NTB rasanya mak nyusss...... Sayur Bayam, sambal tomat dan kering tempe menjadi temen makan siangku tadi... walau tidak banyak tapi dengan sedikit nya itu banyak kenimatan yang aku rasakan.

Makanya jangan sungkan-sungkan, kalo kalian semua datang ke lombok coba deh sambal tomat di belakang kantor cabang pln-mataram, NTB pasti mak nyossss...

Kamu pingin... datang aja ke lombok..

Customer Relationship Manajemen ( CRM ) yang baik demi Customer Loyalty

Sebuah Catatan Pra Perjalanan Ke Lombok [ Episode-2 / the end] : Naik Lion Air


Setelah saya tuliskan postingan hari yang lalu mengenai :
Sebuah Catatan Pra Perjalanan Ke Lombok [ Episode-1 ] : Naik Taksi Blue Bird , kali ini saya akan tuliskan perjalanan saya setelah itu dan setibanya saya di lombok ( 11 November 2008 ).

Batal Naik Lion Air

Setelah sampai di bandara kira-kira pukul
18.45, saya mencoba masuk ke terminal 1A, tempat pemberangkatan domestik, karena Lion Air berada dalam area terminal tersebut, saya antri untuk melakukan check in ataupun mau masukin koper ke bagasi. Waktu itu saya sempat menelpon adik saya yang ada di Semarang, kira-kira jam 18.48, bahwa saya akan segera berangkat ke lombok. Giliran saya maju ke depan untuk menyerahkan tiket, sang petugas mengecek tiket saya dan sempat meninggalkan saya untuk melakukan cross cek atas tiket saya ( mungkin ), dan tak seberapa lama petugas tersebut bilang, kalo saya sudah telat dan tidak bisa untuk melakukan penerbangan hari itu juga. Perlu diketahui juga saya dibelikan tiket oleh temen saya yaitu tiket Promo ( kasihan deh gue ), selanjutnya petugas check in tersebut menyarankan saya untuk melakukan report ( kata petugas check in ) mengenai keterlambatan saya ke bagian keterlambatan ( saya lupa namanya apa ).

Setelah ngobrol dan melakukan klarifikasi dengan petugas tersebut, petugas yang bersangkutan ( dibagian keterlambatan, saya lupa namanya ), petugas tersebut bilang bahwa memang posisi saya terlambat dan tidak bisa terbang saat itu, katanya sih pesawat sudah terbang ( tumben on time banget sih... ), dan apabila saya ingin terbang dengan menggunakan tiket tersebut, maka saya harus menunggu hari berikut nya ( 11 November 2008, pada jam yang sama ), sebagai cadangan, itupun belum pasti juga terbang, kalopun terbang harus membayar kembali sebesar 50% dari nilai yang tertera di tiket, ya kurang lebih hampir 300K nambahnya.. berarti nilainya sudah bukan nilai promo lagi, melainkan nilai real perjalanan dari jakarta-lombok.

Sepertinya negosiasi dengan bagian keterlambatan sudah selesai, karena tidak bisa nego lagi, dan SOLUSI yang diberikan saya rasa lebih memberatkan ke saya sebagai customer. Setelah merasa "ngenes", akhirnya saya pikirkan masak bener, bahwa saya harus berangkat hari Selasa, 11 November 2008, dengan naik pesawat yang sama. Pada jam 19.39 dengan Ticketing langganan yang tidak jauh dari tempat tinggal di kawasan pasar rebo, saya transfer biaya dan saat itu juga saya suruh cetak, biar untuk keberangkatan tanggal 11 November 2008 bisa saya dapatkan, dan keesokan harinya di tanggal
11 November 2008 bisa saya ambil.

Lion Air Telat Terbang

Setelah mengambil tiket sekitar jam 12 siang dan beli makan siang di warung padang langganan, saya istirahat bentar sambil menunggu jam 16.00 untuk berangkat ke terminal kampung rambutan , naik damri ke bandara ( cari yang murah aja , tar naik taksi telat lagi :p ). Dengan diantar pakde min sang tukang ojek langganan, saya berangkat ke terminal kampung rambutan untuk naik damri tepat pukul 16.00, karena di jadwal keberangkatan damri tiap 30 menit akan ada keberangkatan menuju bandara, dan tepat pada waktu itu saya sudah berada dalam bus damri untuk berjalan menuju bandara.

Kira-kira perjalanan hampir memakan waktu kurang lebih 1 jam saya sampai di bandara Sukarno Hatta, check in dan lain sebagainya. Setelah check in selesai saya menuju gate yang sudah ditentukan yaitu gate 3A, sambil menunggu waktu terbang, saya sempat ngopi dan ngobrol di salah satu kedai kopi di areal tunggu Lion Air, kira-kira 15 menit - 20 menit saya nongkrong disitu, ngopi dan ngrokok sambil nonton liputan 6 petang nya SCTV, setelah kurang lebih 15-20 menit saya melakukan ritual ngopi dan ngrokok saya coba masuk lagi ke areal pemberangkatan Lion Air di gate 3A.

Setelah masuk di areal gate 3A, saya coba tengok kiri kanan, siapa tahu ada kursi yang masih kosong, ee.e. ternyata gak ada yang kosong, semua kursi dah dipergunakan dengan baik oleh teman-teman customer yang baikm, jadi saya hanya berdiri saja disitu sambil celingukan, sesekali saya ke toilet dulu untuk melakukan ritual yang laen.

Menurut waktu yang tertera di tiket yaitu jam 19.15, pesawat akan terbang. Wah senangnya hatiku karena tak lama lagi pesawat yang akan aku naiki akan terbang melanglang buana, menjelajah angkasa dan akan mendarat ke lombok, mataram - ntb, yang tepatnya di bandara selaparang. Dan waktu yang ditunggu-tunggu sudah datang, tapi kok belum ada panggilan untuk segera naik ke pesawat, dalam hati saya "gimana sih.. udah jam nya kok gak ada pemberitahuan, kapan berangkatnya, telat apa gak ", ya biasa lah standard, yang namanya customer kalo mau nunggu selalu banyak pertanyaan. Sambil menunggu lama saya hanya mondar-mandir di area tersebut, sesekali ngerokok dan sms atau telpon temen dan pacar, menggerutu " kemarin kok gak telat ya ", " kok jam segini belum terbang ", atau "berarti seharusnya, kalo seperti ini aku gak telat dunk ", dan sebagainya dan sebagainya, seolah-oleh gak percaya dengan apa yang terjadi , beda banget 2 hari berurutan pada minggu-minggu ini ( 10-11 november 2008 ). Disaat lain aku kekurangan waktu, sehingga telat, disaat lain lagi aku kebanyakan waktu (menunggu ), hingga bt dan seolah-olah aku diperlakukan tidak adil oleh keadaan , atau mungkin diperlalukan tidak sebaiknya oleh Maskapai tersebut.

Waktu terus berjalan, kini tiba waktunya jam naek pesawat 19.48, dapat duduk di pesawat 20.02, jam 20.15 pramugari masih cek dan ricek, +/- jam 20.30 pesawat terbang ( aku gak liat jam , karena harus berjalan menuju landasan untuk take off , jadi aku perkirakan sekitar jam segitu ). Setelah pramugari melakukan ritual untuk menjelaskan kepada penumpan akan keselamatan dalam penerbangan sipil, dan mengatakan permintaan maap ada keterlambatan karena alasan operasional , pun senang karena bisa terbang, alias gak ada delay yang lama dan bahkan post pond untuk penerbangan tersebut.

Diperlakukan (seolah-olah) tidak adil

Melihat 2 pengalaman yang kontras diatas, seperti nya saya tidak yakin dengan apa yang terjadi, karena di hari pertama (10 November 2008) saya harus di tunggu maskapai / saya telat dan saya dinyatakan tidak bisa terbang, tanpa penggantian apapun, tanpa melakukan konfirmasi apapun walao dalam pembelian tiket , saya sudah berikan telepon nya dan di hari kedua (11 November 2008 ), saya harus gantian menunggu Lion Air (LA) yang telat lebih dari 30 menit, walau pada akhirnya saya bisa terbang.

Bagi saya, itu sungguh tidak adil, karena pada saat saya telat tidak ada konfirmasi bahwa "saya telat", tidak ada notifikasi atapun pemberitahuan kepada saya, akan tetapi pada hari ke 2 ( 11 november 2008 ) pihak LA telat memberangkatkan saya ke lombok, hal itu juga tidak ada notifikasi atau apapun hanya permintaan maap oleh Pramugari atas keterlambatasan dengan alasan operasional. Sepertinya enteng dan mudah sekali pihak LA ingin membodohi customer, dengan alasan klise seperti itu, nilai kerugian secara psikologis, dongkol dan kesel atas keterlambatan yang diakibatkan oleh pihak LA tidak pernah diselesaikan secara bijak, cerdas dan humanis kepada konsumen.

Mengapa tidak cari Solusi yang lebih baik ?

Padahal dengan tekonologi komunikasi yang ada sekarang, dan tentunya semangat untuk memperbaiki dari pelayanan jasa penerbangan oleh Maskapai LA, tentunya tidak terlalu susah, memang semua pasti akan membutuhkan pengorbanan atas biaya dan waktu dan keringat. Tetapi jika semangat pengelolaan Customer didasarkan pada Customer Relationship Management (CRM) yang benar tentu hal itu tidak akan bermasalah, karena saya yakin pada saat nya nanti investasi itu akan terbayarkan dengan hasil pelayanan yang memuaskan kepada konsumen. Sehingga Customer Loyalty bisa dicapai oleh maskapai LA, dan tentunya itu akan berakibat yang baik tentunya kalo dilihat dari sisi bisnis kedepannya, karena saya yakin investasi yang baik saat ini akan kita petik buah nya dikemudian hari. Saya berharap juga bahwa pihak LA mau dan bisa meningkatkan Service Level terhadap customer, bukan karena sedikit saingan ( karena sudah tidak ada adam air ), melainkan bagaimana cara kita tetap mendapatkan kepercayaan kepada customer atas kepuasan mereka sebagai hasil dari pelayanan yang baik oleh maskapai LA sendiri.

Bukannya menggurui kepada LA, seandainya LA bisa memanfaatkan teknologi ataupun pengelolaan dari sisi CRM yang baik, memberikan notifikasi dan informasi kepada customer, memberikan reminder kepada customer, tentang schedule penerbangan yang baik, serta memberikan solusi-solusi penerbangan kepada customer, saya yakin LA akan lebih tumbuh dan berkembang dan tentunya bisa bersaing dengan maskapai lainnya, walau disamping pihak bahwa peningkatan kualiatas keamanan dan kenyamanan penerbangan harus tetap menjadi prioritas serta peningkatan kulitas teknis, baik itu SDM ataupun infrastruktur itu juga menjadi prioritas, tetapi sama hal nya pengelolaan customer yang baik juga bisa menunjgan kelangsungan bisnis LA sendiri.

Semoga saja apa yang saya alami tidak terjadi lagi pada diri saya, anda, saudara anda, dan kita semua....




Akhir yang "Happy Ending" dengan Blue Bird

Saat ini tanggal 13 November 2008, aku dah dilombok, mataram - NTB, dan dah melakukan kerja sebagaimana mestinya, dan tadi sekitar jam 09.25 waktu HPku di Lombok aku ditelp oleh Staf Bluebird dan kemarin aku juga mendapatkan email dari Prasetyo Ibrahim yang berisi tentang permohonan maaf dari beliau selengkapnya " Kami atas nama manajemen Blue Bird Group mohon maaf sehubungan dengan ketidaknyamanan yang Bapak alami. Terkait masalah ini, kami akan memanggil pengemudi MU1693/Juanidi Palima untuk diproses dan hasilnya kami sampaikan kemudian. Untuk mempermudah proses, mohon kami diberikan data tambahan berupa rute yang Bapak tempuh saat itu. " .

Tentunya saya mengucapkan banyak terima kasih atas respon dan tanggapan dari pihak Manajemen Blue Bird, yang memberikan respond posotip seperti itu, seperti yang aku tulis dalam postingan sebelumnya, bahwa apapun yang terjadi memang telah terjadi dan tidak bisa mengembalikan waktu yang telah lalu. tapi tak apalah, ini merupakan suatu pembelajaran buat saya, anda dan kita, untuk berhati-hati dan selalu menjalankan komunikasi dengan operator jasa yang kita pakai, serta ( dalam hal ini) teruntuk manajemen BB untuk selalu meningkatkan pelayanan yang baik kepada para customer nya dan saya amat sangat yakin dengan kemampuan yang sangat-2 memadai BB "PASTI BISA"...

Karena kemarin complain saya tulis lewat postingan blog maka kasus tersebut saya tutup dan akhiri lewat blog ini juga, dan email kepada pihak Manajemen BB, terima kasih atas respon positip dan selalu bersahabat.

Lewat tulisan ini, berarti masalah saya dengan BB sudah selesai dan cukup sampai disini saja dan mudah-mudahan tidak akan terjadi dikemudian hari...

Semoga "...akhirnya" selalu menjadi awal yang baik buat dikemudian hari...

Wednesday, November 12, 2008

Perlu peningkatan sumber daya manusia yang lebih beretika, cerdas dan humanis…..

Sebuah Catatan Pra Perjalanan Ke Lombok [ Episode-1 ] : Naik Taksi Blue Bird


Pengalaman ini saya dapatkan pada saat saya akan pergi ke bandara sukarno hatta, perjalanan dimulai dari area jl. Asmin ( jl. Tb simatupang / deket pom bensin pasar rebo / sesudah jalan baru sebelum makro pasar rebo ), tanggal 10 November 2008, jam 16.45 menunggu armada damri yang ke bandara , lama tidak muncul bus damri jurusan bandara yang saya maksud dan mencoba untuk mengejar waktu, saya mencoba untuk naik taksi blue bird dengan no. lambung MU1693 dengan nama pengemudi Junaidi Palima, Sekitar jam 17.15 taksi berjalan, dengan format standar sang sopir langsung menanyakan kepada saya “Langsung tol ya pak ? “, saya jawab iya pak., tak seberapa lama kemudian taksi kami bergerak melewati perempatan pasar rebo , setelah berhenti sebentar taksi meluncur lurus kea rah tol, tapi tol yang dituju oleh sang sopir tadi adalah tol ke arah cilandak – pondok indah -ciputat – bsd, pertama kali saya kaget, dalam hati saya “Kok lewat tol disini ya ?”, tapi saya percaya kan semua kepada sopir taksi blue bird tersebut, karena saya yakin sopir tersebut lebih jago mengenai jalan ke arah bandara, bahkan jalanan di Jakarta ini, saya duduk tenang sembari mencoba membaca majalah yang ada di dalam taksi tersebut, tentunya dengan perasaan yang gak enak, dalam hati saya “Jago bener nih sopir, mau lewat mana, barangkali tahu alternative yang cepat ke bandara..”, itu yang selalu saya bicarakan dalam hati saya, setelah berjalan hingga mendekati pintu tol lebak bulus, sopir tadi bertanya “ wah pak kayaknya saya salah jalan… “, kemudian saya tanyakan kembali “ lah bapak dah pernah ke bandara lewat sini belum “, sopir tadi menjawab “belum pak, kalo daerah sini saya belum tahu “, wuh… jantung ini terasa berdetak kencang mendapatkan jawaban seperti itu, terus saya katakan kepada sopir tadi “ Lah , bapak bilang gak tahu disini, kalo tadi bapak bilang tidak tau, saya kasih tahu, kalo bapak itu salah jalan, saya pikir bapak dah tahu dan cari jalan lain yang lebih cepet “, ya dengan klise nya sopir tadi Cuma bilang “maaf pak, saya masih baru, terus saya bilang “ bapak harus nya dari tadi ngomong, kalo tidak tahu , pasti saya kasih tahu, udahlah kalo gitu kita cari jalan untuk keluar tol “, kemudia sopir tadi cari jalan keluar tol, setelah keluar dari jalan tol , kalo gak salah kita keluar tol mau kea rah ciputat sesudah citos, kemudian kita putar balik dan masuk tol lagi ke arah cawang, setelah kita masuk tol dan saya bilang ke sopir “tolong pak agak cepeten dikit, waktu saya semakin habis “, sopir pun langsung tancap gas, dan selalu saya arahkan “ kita ara tol cawang “ untuk memberikan panduan kepada sopir tadi, setelah putar balik berjalan , kemudia melewati tol kampung rambutan, kita ketemu dengan percabangan, yang satu kea rah cawang/cililitan dan yang satu arah cilangkap/bogor, dan anehnya si sopir tadi menuju arah cilangkap/bogor, dalam hati saya hanya bilang “ gimana nih sopir, niat nggak sih “, beberapa meter kita nyasar ke arah cilangkap/bogor tersebut, sopir tadi bilang “ wah pak kayaknya salah lagi “, terus saya bilang “ ya udah pak, mundur aja pak”, sopir itu pun memundurkan taksi nya dan mengarahkan ke arah yang benar yaitu cawang/cililitan, setelah masuk tol cawang/cililitan kita bayar tol, saya suruh sopir itu untuk Tanya ke petugas operator tol “bapak tanya ke petugas tolnya, kalo mau ke bandara lewat mana, hal itu saya lakukan karena saya sudah jengkel dengan sopir tadi, biar si sopir tadi punya inisiatif untuk bertanya kalo tidak tahu, baik itu kepada penumpang atau kepada siapun yang mungkin lebih tahu, jangan hanya diam saja, setelah punya bad feel salah, baru bertanya “saya salah pak” dan tidak memberikan solusi alias solusi dikasih orang lain, setelah masuk bebarapa lintasan tol cawang/cililitan, selanjutnya mobil berjalan kencang ( karena sopir saya suruh berjalan agak kencang untuk mengejar waktu yang terbuang ), dan saya masih ingat, kita melewati cempaka ma situ kurang lebih 18.08, itu saya tahu dari jam yang terpasang diatas gedung gudang garam, dalam hati saya “wah habis nih..”, dan saya hitung dengan salah arah/jalan yang diakibatkan oleh sopir tadi waktu yang terbuang kira-kira 30-40 menit lah, sungguh waktu yang berharga disaat saya ingin mengejar waktu di bandara, setelah melewati jalan yang agak merayap di Jalan Tol Ir. Sedyatmo akhir nya saya tiba di bandara kira-kira 18.45, , setelah membayar atas argo taksi, si sopir memang minta maap “ map pak…dst…..”, kemudian saya bilang ke sopir tadi “ bapak lain kali, kalo tidak tahu, tanya sama penumpang, jangan hanya diam saja, giliran salah baru tanya, waktu saya banyak terbuang gara-gara bapak salah jalan dan gak mau bertanya “, si sopir tadi hanya menjawab “iya pak…”. Jawaban klise.. dan setelah mengucapkan terima kasih ( walau hati dongkol ), saya keluar dari taksi dan kemudian saya masuk ke terminal pemberangkatan dan mencoba untuk check-in, di salah satu maskapai penerbangan nasional, tepatnya di terminal 1A, setelah mencoba antri saya mencoba telpon adik yang ada di semarang, kira-kira jam 18.48 ( karena sampai tulisan ini dipubish , log/historik nya masih saya simpan ), pas giliran saya di depan loket check-in dan bercakap-cakap dengan petugas, begitu nelangsanya, karena saya dinyatakan telat, dan harus report ke bagian keterlambatan.


Memang apa yang saya tuliskan dan katakan diatas tidak lah akan mengubah apapun yang sudah ada dan yang sudah terjadi, saya telat, tidak bias ke mataram tanggal 10 November 2008, kesel ama sopir Blue Bird, lebih-lebih waktu yang terbuang percuma, saya sudah rugi secara moril ataupun material. Namun lewat surat ini saya berharap bahwa apa yang menimpa terhadap saya tidak akan terjadi pada penumpang lain, lebih-lebih kalo pihak manajemen Blue Bird mau untuk selelau meningkatkan kemampuan sumber daya manusia nya, sebagai contoh, dalam kasus saya diatas kalo memang si sopir itu tidak tahu, tidak perlu malu atau genggsi tanya lewat mana kepada customer, siapa tahu customer dapat memberikan informasi jalan mana yang paling cepat, selanjutnya dengan sumber daya infrastruktur yang ada di Blue Bird , karena yang saya tahu taksi di Blue Bird sudah menggunakan teknologi GPS, sehingga posisi taksi dapat terpantau, atau bisa saja sopir di pandu utuk melalui pesawat radio sehingga dapat memudahkan baik pihak sopir atau pihak customer, sehingga waktu tempuh, ataupaun perjalanan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya, sehingga pelanggan tidak dirugikan oleh ulah si sopir yang sok tahu jalan, nyelonong kesana kemari yang akhirnya tidak sesuai jalannya yang pada akhirnya customer juga yang dirugikan.

Semoga saja pihak Manajemen Blue Bird bisa selalu memperbaiki, karena seperti apa yang tertulis di majalah Blue Bird yang say abaca waktu itu “ Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang meniup “ dan “Maap ternyata masih blue bird yang …..dst….”, semoga dengan pencapaian yang baik disaat ini bisa lebih baik disaat nanti, tentunya dengan pencitraan yang didapat dari pelayanan yang beretika, cerdas dan humanis kepada customer…


Semoga saja


Monday, November 03, 2008

Berdoa, Bekerja, Belajar, Berbagi, Bergembira....

Yah.. begitulah, semangat dan semboyan hidupku..simple dan mudah-mudah an tidak susah untuk dijalankan, walaupun tidak mudah untuk dijalankan, paling tidak bisa memberikan dentingan irama dalam setiap menjalani kehidupan ini,

Berdoa, maksudnya bahwa kita harus selalu berhubungan dengan Nya, Tuhan yang mengadakan kita disini, memberikan rejeki, memberikan kebahagiaan sekaligus cobaan, dan membuat kita hidup jadi lebih hidup;

Bekerja, sebagai manusia, untuk menghidupi diri sendiri perlulah kita bekerja, bisa berarti juga melakukan aktifitas terutama aktifitas yang positif, berfikir positip, serta merasa "feel" yang positip juga, bekerja menjemput rejeki atas apa yang sudah disiapkan Nya, demi kesinambungan hidup

Belajar, untuk bisa selalu memperbaiki hidup, manusia perlu salah, karena manusia tidaklah sempurna, tetapi dengan salah itu manusia harus belajar, dan belajar lewat apa yang sudah diciptakannya merupakan belajar yang paling bijak, disamping belajar lewat formalitas
pendidikan, perlulah kita belajar lewat orang lain, mendengarkan pendapat orang lain, belajar dan belajar.. tuntutlah ilmu sampai negeri di awan...

Berbagi, sebagai masnuia sosial, keberadaan kita tergantung oleh manusia-manusia yang lain, oleh ortu kita, temen kita, sahabat kita, pacar kita, dan tentunya orang-orang lain yang tidak seberuntung kita, bisa ngakses internet, bisa chating, tentunya masih banyak juga saudara-saudara kita yang perlu mendapatkan perhatian walau tidak banyak, namun apapun pemberian kita yang bisa membantu mereka.. pasti pahala hadiahnya dan surga adalah tempatnya

Bergembira, suasana yang harus dipertahankan untuk bisa menjalani hidup, supaya suka cita senantiasa menyertai dalam hidup kita, kegembiraan harus kita pancarkan baik itu untuk diri sendiri ataupun orang lain, susah sedih itu hal yang biasa, tapi kegembiraan adalah milik orang-orang yang senantiasa selalu ingin hidup luar biasa.

semoga saja...kegembiraan selalu menyertai anda semua.....kapanpun dan dimanapun

Wednesday, October 29, 2008

Memaknai kembali Sumpah Pemuda.....

Tidak terasa 80 tahun sudah Sumpah Pemuda dikumandangkan yaitu 28 Oktober 1928, sebuah tekat untuk menyatukan Tumpah darah, Bangsa dan Bahasa yaitu Indonesia. Semangat dan Jiwa yang selalu kita pertanyakan buat diri kita, hingga saat ini, apakah kita masih cinta dan mengakui Bahwa Tumpah Darah, Bangsa dan Bahaa adalah Indonesia ?? Saya yakin, pasti "Ya", karena apa saat ini kita mungkin masih ada di Indonesia, cari makan di Indonesia, dan berkomunikasi dengan yang lainnya menggunakan Bahasa Indonesia , tapi apakah kita konsisten untuk itu, mungkin tidak atau mungkin ya ??? Itulah dinamika, itulah perubahan dan itulah sejarah. Karena konteks dulu dan konteks sekarang dinamikanya adalah berbeda.
Dulu Pemuda-pemuda Indonesia bersumpah kepada Bangsa dan Negara Indonesia karena pada saat itu Indonesia belum bersatu dan belum merdeka
untuk itu tekad untuk merdeka perlu disatukan, dan penyatuan itulah langkah awal untuk mencapai kemerdekaan.

Tulisan ini tidak menyorot sejarah kelahiran Sumpah Pemuda, karena saya yakin semua sudah tahu Sejarahnya, ya kalo tidak tahu sejarahnya
bisa dibuka di http://wapedia.mobi/id/Sumpah_Pemuda atau di mana saja site yang menjelaskan sejarah kelahiran Sumpah Pemuda. Disini lebih menekankan
pada permenungan, Relevankah Sumpah Pemuda untuk saat ini ? disaat bangsa dihantam badai ? kemerosotan ataupun namanya. Lantas posisi kita sebagai pemuda
ada dimana ? dan apa yang akan dilakukan untuk itu ? . Ada ungkapan bijak mengatakan "Jangan tanyakan pada negara apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakanlah
kepadamu apa yang sudah kau berikan kepada Negara", sebuah ungkapan yang begitu sederhana tapi mengena serta tidak mudah untuk dijalankan.

Kita sebagai pemuda, yang menjadi tulang punggung bangsa ini, sudah terbukti kontribusinya dalam perjalanan sejarah bangsa, bahkan mungkin sejak Republik ini terpisah-pisah, tidak tahu mana sabang dan mana mereuke
sejak perjuangan Cut Nya Dien, Pangeran Diponegoro hingga Trunojoyo, atau siapapun dia yang berjuang ingin merdeka, jauh dari penjajahan bangsa lain.
Tidak hanya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, sebelum itu juga ada yang namanya pergerakan Budi Oetomo 1908, yang dikenal dengan Kebangkitan Nasional, kemudian revolusi fisik 1945, Revolusi Orde Lama - Order Baru 1966, Order Reformasi 1998,
semua melibatkan Pemuda/mahasiswa. Tapi setelah itu ?? apakah pemuda mendapat tempat ? apakah pemuda mendapat kepercayaan dari rakyat ? apakah pemuda mendapat tempat di Parpol ? Semua bisa kita lihat pada saat ini, pemuda-pemuda kita sudah berada di tempat yang mungkin diinginkan nya, walaupun belum pada posisi strategis dan posisi yang menguntungkan secara politis.


Perbedaan suku, bahasa, agama, ras , terpisah-pisah kan nya daerah oleh laut, tentunya tidak menghalang-halangi niat pemuda untuk bersatu, beda suku, beda agama , beda bahasa serta perbedaan yang lain itu adalah Rahmat dari Illahi yang perlu disyukuri,
karena dengan perbedaan itu kita bersatu, dan tentunya perbedaan itu seyogya nya tidak perlu diperdebatkan, yang perlud dipertanyakan adalah apakah kita punya niat untuk maju dalam perbedaan itu ?


Sekarang sudah bukan lagi saat nya untuk berwacana tentang Pemuda harapan bangsa, pemuda tulang punggung bangsa, tapi sebagai pemuda kita harus tunjukkan kepada bangsa ini, bahwa pemuda dari dulu, kini dan yang akan datang
tetap setia kepada NKRI, setia kepada bangsa dan rakyat indonesia, mempunyai integritas, kapabilitas sehingga pemuda tidak hanya dipandang dengan sebelah mata saja, melainkan akan benar-benar diperhitungkan dan tentunya dapat
mendapatkan tempat sebagai pemimpin masa depan yang dapat dihandalkan dan bisa membawa bangsa ini dalam suasana "Gemah Ripah Loh Jinawi...", Negara adil, makmur dan bersatu tidak membeda-bedakan suku, agama dan ras manapun, karena bangsa Indonesia
adalah satu.

Jaya terus Pemuda INdonesia......

Friday, October 17, 2008

Presiden : Antara Independen dan Lewat Parpol

Rame-rame mencalonkan diri sebagai presiden terutama lewat jalur indepence sekarang bertambah lagi, setelah mantan KSAL Slamet Subijanto, akan mendeklarasikan dirinya untuk mencalonkan sebagai presiden, setelah sebelumnya ada Sutiyoso, Rizal Malarangeng, Rizal Ramli, Fajroel Rahman dan mungkin aku sendiri kaleee ya.... Tapi yang namanya demokrasi tentunya hal tersebut tidak masalah, ada yang berani langsung terbuka mencalokan diri sendiri, ada yang masih malu-malu, atau ada yang tidak mau menjadi Capres melainkan Cawapres. Bukan hal yang mudah apabila seseorang memberanikan diri untuk mencalonkan sebagai presiden secara independen, saya sendiri juga belum tahu apakah sudah ada amandemen terhadap undang-undang, bahkan yang saya tahu undang-undang pilpres saja belum selesai dibuat. Selain masalah perangkat perundang-undangan , juga masalah dukungan yang nyata terhadapa calon indenpenden tersebut, selain itu juga adalah masalah pendanaan yang tentunya tidak sedikit yang dibutuhkan untuk melicinkan pada bakal capres tersebut.

Secara umum gambaran visi dan misi yang diusung oleh para calon independen tidak berbeda satu sama lain nya, yang membedakan pastilah cara pandang dalam melihat permasalahan bangsa ini, yang jelas para capres independen menginginkan kesejahteraan rakyat, keadilan, kepastian hukum, pendidikan, pemerataan pembangunan. Itulah kebanyakan jargon dari capres independen untuk menjual dirinya ke konstituen, karena hal-hal tersebutlah yang laku sebagai komoditi politik, terutama dalam masa pemilu yang akan datang.

Persaingan dengan capres yang diusung oleh parpol pun tidak kalah sengitnya, parpol-parpon yang merasa sudah mapan, yang nantinya dapat % suara yang significat sudah berancang-ancang untuk mencalonkan ketua umumnya, seperti Megawati, dan sejauh ini baru mbak Mega saja yang kedengaran dari partai besar yang mencalonkan dirinya, bahkan Golkar saja "takut" atau malu-malu mencalonkan ketua umumnya untuk menjadi calon presiden, konon partai golkar tetap membidik cawapres saja, tanya kenapa ? padahal partai pohon beringin tersebut merupakan partai besar loh, bahkan pada pemilu sebelum nya , partai ini termasuk top 3, partai yang mendapatkan suara yang significant. Tak kalah dengan partai-partai yang sudah mapan, Gerindra salah satu partai baru yang akan ikut perdana dalam pemilu 2009, sudah mengikrarkan mantan Danjen Kopasus Prabowo Subijanto untuk menjadi capres tahun 2009, bahkan Rizal Ramli yang maju secara independen dan mengikuti konvensi capres dari PBR pun optimis mampu bersaing dengan rival-rival yang berat, tentunya dengan incumbent yaitu SBY.

Kita sebagai orang awam, tentunya senang-senang saja dengan fenomena demokrasi yang tumbuh dan berkembang di negara ini, tidak ada lagi satu tokoh yang mendominasi dan berpengaruh, tidak ada single majority, ataupun penguasa tunggal yang begitu hegemoninya bisa pongah dan bisa membuat bangsa ini seperti mainan buatnya. Sekarang bangsa ini sedang mekar-mekar nya iklim demokrasi. Tokoh yang sebelumnya bukan tokok politik bisa dengan mudah dan cepat berganti baju untuk masuk ke area dan partai politik tertentu. Muncul nya calon presiden yang lebih dari satu calon ini, juga menumbuhkan bahwa bangsa ini tidak kekurangan pemimpin, bahwa pemimpin itu tidak diciptakan tapi di lahirkan, maka kesempatan yang saat ini ada, kita harus pergunakan sebaik-baiknya.

Tidak ada bedanya antara capres independen dan dari parpol, yang membedakan adalah dari mana dia berada, siapa basis konstituen nya dan tentunya ada perundang-undangan yang mengatur tentang itu. Perlu dibuat peraturan dan perundangan yang jelas, transaparan dan adil, serta dapat mengakomodir anak bangsa ini untuk maju. Memang negara kita adalah negara dengan sistem Presidensil, dan pilar-pilar demokrasi negara ditegakkan oleh partai-partai politik, tetapi jangan sampai partai politik tersebut mengebiri potensi, hak dari warga negara untuk maju dan menjadi pemimpin bangsa ini kedepan, jangan sampai partai politik hanya dijadikan broker dan makelar politik belaka, yang isinya adalah tawar-menawar yang diharapkan nantinya tidak jauh dari kesejahteraan masyarakat. Karena kita semua setuju siapapun presidennya yang penting Jujur, Bertanggung Jawab, Punya Komitmen terhadap kesejahteraan, Bersih diri dan lingkungan, apa yang diomongkan sesuai dengan apa yang dikerjakan, niscaya, pemimpin atau presiden seperti itulah yang selalu akan dicintai oleh rakyatnya, bukan dia presiden independent atau presiden parpol, karena yang kita butuhkan adalah presiden untuk Bangsa Indonesia ini, presiden yang bisa membawa kemakmuran buat bangsa kini dan sepanjang masa.....

Monday, October 13, 2008

Bagiku "Yogyakarta" tetap Istimewa

Kepress mengenai perpanjangan masa jabatan gubernur Ngayogyakarta Hadiningrat sudah ditanda tangani oleh presiden dan sudah berlaku, sehingga Ngarso Dalem X dan Paku Alam IX hingga 3 tahun kedepan adalah gubernur DIY, hal ini diakibatkan belum terselesaikan masalah UU tentang Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan warga yogya sendiri sudah menggelar rapat rakyat yang ingin bahwa yogya tetap di pimpin oleh Sultan, karena diyakin Sultan adalah Raja, mungkin tidak hanya sekedar raja bagi orang yogya, melainkan Raja yang mampu ngayomi dan ngayomi semua komponen yang ada di yogya, selain itu faktor sejarah yang memang menempatkan peran Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Sultan HB IX dalam ravolusi perjuangan, sumbang sih dan peran serta Kraton dan Sultan HB IX serta masyarakat ngayogyakarta tidak bisa dipungkiri, telah memberikan banyak kontribusi untuk bangsa ini.
Dan dalam komitmen yang sudah diajukan oleh founding father Propinsi DIY, bahwa Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat adalah bagian dari Republik Indonesia.

Penerus Sultan HB IX yaitu Sultan HB X saat ini pun juga berjuang demi utuhnya bangsa ini, lewat kontribusinya dalam penegakkan reformasi 1998 dan kontribusinya sebagai tokoh nasional yang kredibilitas, dan kapabilitas nya bisa dipercaya oleh wong yogya dan wong indonesia adalah hal yang nyata dan tidak dapat dipungkiri oleh siapa saja.

Yang menjadi persoalan adalah Ngarso Dalem X tidak bersedia lagi untuk dicalonkan menjadi gubernur kembali, padahal masyarakat yogya pada umumnya sangat amat mengiginkan beliau kembali bisa memimpin kawula yogya sebagai gubernur. Masalah pun muncul ketika UU mengenai Keistimewaan Yogyakarta belum dapat diselesaikan oleh DPR di Jakarta, disamping itu masa jabatan Sultan X sudah selesai pada bulan Oktober 2008. Memang dilema, Sultan yang sangat demokratis ingin bahwa Yogyakarta bisa mempunyai pemimpin yang bisa diangkat secara demokratis juga ( diinginkan oleh sebagian besar masyarakat yogya ), karena beliau berpendapat di Yogya tidak ada Monarchi.. sungguh.. hal ini merupakan bentuk dari kebijakan dari beliau, disaat pemimpin daerah lain, berlomba-lomba untuk menjadi Gubernur di daerah nya masing-masing, tapi Sultan malah ingin meletakkan jabatan gubernurnya, apakah hal ini sebuah manuver politik, bahwa Sultan ingin mencalonkan sebagai presiden tahun 2009 ? jawaban nya hanya pada diri Sultan sendiri yang tahu, tapi saya pikir, bahwa Sultan punya hati nurani, punya jiwa besar, dan punya moral yang bisa dipertanggung jawabkan, karena saya yakin Sultan bukan tipe pemimpin yang Rakus atau Ngongso.

Masalah beliau ingin menjagokan dirinya untuk menjadi Presiden tahun 2009, itu merupakan hak politiknya, karena hak politik tiap individu dijamin oleh undang-undang untuk hal ini kita tunggu saja nanti..

Kembali ke masalah Keistimewaan DIY, bagiku DI Yogyakarta adalah ISTIMEWA, tidak hanya sekedar dipimpin oleh Sultan saja dan keberadaan Kraton saja, melainkan adalah aspek sejarah, bahwa sebelum republik ini lahir, Kraton Ngayogyakarta sudah lahir terlebih dahulu, tetapi dengan kearifan para raja di yogya, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari republik ini, malah keberadaan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat turut serta dalam membidani lahirnya republik ini, Kota Yogya selain budaya juga merupakan Indonesia mini, karena banyak saudara-saudara dari daerah lain belajar, di perguruan tinggi ataupun sekolah-sekolah di Yogya, keramah tamahan dan sikap dari warga yang sangat toleran dan menjunjung tingga nilai-nilai budaya jawa yang sudah menjadi tatanan hidup sehari-harinya.

Masyarakat Yogya mampu dan berbesar hati menerima kehadiran rekan-rekan dari daerah lain untuk menuntu ilmu, bekerja dan lain sebagainya , sebagai kontribusi kepada daerah Yogya dan Negara Indonesia. Dan yang jelas tentunya kontribusi Yogyakarta sudah cukup banyak kepada Republik ini, disamping itu loyalitas masyarakatnya, tidak pernah neko-neko , terutama neko-neko untuk memisahkan dari Republik ini.

Yogyakarta merupakan Jantung nya Tanah Jawa...
Yogyakarta merupakan titik keseimbangan ..
Yogyakarta adalah bagian dari Republik ini...
Yogyakarta adalah daerah yang SANGAT ISTIMEWA...

Istimewa buat saya,... buat anda.. dan buat kita semua.....

Transparansi harus Hati-hati

Ngomong-ngomong masalah keterbukaan atau transparansi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari sisi pelayanan publik serta akuntabilititasnya, akan tetapi jangan dipandang bahwa semua harus terbuka atau dibuka sertai dipublikasikan. Ada hal-hal tertentu yang sifatnya off the record yang tidak harus dipublikasikan. Hal-hal yang bersifat pribadi atau data-data pribadi tentunya hal yang sangat krusial jika harus dipublish, karena mengingat masalah hak pribadi/privacy.

Kita harus berhati-hati dalam menampilkan atau mempublikasikan data-data yang bersifat pribadi, jangan-jangan nantinya bisa dipergunkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, terus kalo begitu siapa yang rugi ? pasti lah orang yang datanya di publish dan diselewengkan. Tentunya perlu kiat khusus untuk dapat melihat sesuatu informasi yang bersifat pribadi, selain pemilik data yang bersangkutan, juga beberapa pihak yang berkepentingan misalah instansi kependudukan atau instansi keamanan.

Dalam hal ini , saya mensikapi rencana diknas yang dimuat di detik.com pada tanggal 13 oktober 2008, yang akan mempublish data-data siswa : http://www.detikinet.com/read/2008/10/13/123536/1019177/399/diknas-umbar-data-jutaan-siswa-sekolah
dengan jumlah data yang dipublish adalah 36 juta lebih (36.794.918), sungguh data yang tidak terlalu sedikit, KPU saja mempublish DCS tidak sebanyak itu, dan tidak terlalu detail hanya photo, nama dan alamat ( tidak detail ).

Karena sebetulnya tidaklah perlu untuk mempublish data-data siswa yang dikelola oleh diknas, fungsi dan tujuan nya juga belum jelas.. mendingan data-data tersebut disimpan oleh sekolah yang bersangkutan, kemudian di tembuskan juga ke diknas.. jadi suatu saat akan di verifikasi, terutama mengenai asal-asul sekolah, ijasah dan data-data legalitas yang berhubungan dengan data pribadi tentang pendidikan bisa dapat diakses, tentunya dengan pemberian otoritas terbatas pada orang/instansi tertentu, supaya data-data yang tersebut privasi nya dapat dijaga, begitu juga dengan kerahasiaan dan keamanan nya.

Jadi.. tampilkan yang penting-penting.. tapi jangan sembarangan untuk nampilkan....

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More