This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, December 21, 2008

Tenan to... kalah khan ....

Perjuangan berat timnas Indonesia akhirnya berkesudahan dengan skor 2-1 untuk Thailand, walau sempat unggul 0-1 untuk beberapa menit, akhirnya keperkasaan Thailand mampu membalikkan keadaan dan "menendang" timnas Indonesia untuk melupakan mimpinya ke final AFF untuk bertemu pemenang antara Vietnam vs Singapura.

Mungkin itu sudah hasil maksimal yang pantas dicapai oleh timnas, tentunya dengan apa yang sudah diperbuat oleh pengelola sepakbola Indonesia, karena hasil akhir merupakan wujud dari pembinaan selama ini. Apa yang diperagakan oleh timnas tidak jelek-jelak amat, buktinya mampu bertahan dari gempuran serangan Thailand hingga 20 menit sebelum pertandingan usai, walapun pada akhirnya gawang Markus Horison bobol sebanyak 2 kali.

Strategi yang dipakai oleh Bendol sudah bagus, lebih bagus daripada yang dipergunakan pada pertemuan pertama di Senayan, tetapi bagaimanapun kualitas Thailand 1 level diatas timnas, jadi wajar saja kalo pada akhirnya Thailand lah yang berhak untuk maju ke final piala AFF.

Sekarang tinggal bagaimana PSSI menyikapi kekalahan dan kegagalan ini dengan arif dan bijakasana, analisa dan evaluasi mesti perlu dilakukan demi perbaikan timnas kedepan, kerangka tim yang sudah baik sebaiknya dipertahankan, kompetisi diperbaiki mutu dan kualitasnya serta pengurus-pengurus harus sadar diri, jangan memaksakan kehendaknya, kalo memang becus dan bisa mengurus silahkan mengurus, tetapi kalo tidak bisa mendingan jadi penonton ataupun komentator saja...

Semoga kekalahan itu selalu menjadi pelajaran yang berharga dan tentunya diperbaiki dikemudian hari, karena bagaimanapun juga timnas adalah asset seluruh bangsa Indonesia, siapa yang tidak bangga jika Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan di negeri orang, karena timnas kita punya prestasi dan dapat menjuarai sebuah turnamen.... semoga saja dapat mengobati dan mewujudkan penggila bola di Indonesia.... !!!!

Friday, December 19, 2008

Partai Tandang...atau partai di tendang....

Pada partai perdana semifinal piala AFF, timnas Indonesia selaku tuan rumah mampu di jinakkan oleh Thailand dengan skor tipis 0-1, dengan gol cepat pada menit awal babak pertama, dan gol itu pun menjadi gol satu-satunya dalam pertandingan tersebut. Walao hanya mampu mencuri satu gol, tp itu sudah cukup untuk Thailand sebagai modal untuk melenggang babak final, karena di partai kedua akan dilaksanakan di Thailand. Dengan bermodal hasil 0-0, akan membawa Thailand bertemu pemenang antara Vietnam vs Singapura, walaupun hasilnya sudah kita liat Vietnam mampu menahan imbang Singapura. Tapi siapapun pemenang diantara keduanya itu, timnas Indonesia harus mampu mengalahkan Thailand dikandangnya.

Untuk melenggang ke babak selanjutnya Indonesia harus menang dengan selisih 2 gol, atau apes-apes nya cukup menang 1-0, dan diadakan waktu perpanjangan dan adu tendangan pinalti, tapi apakah itu hal yang realistis ? ada pameo bahwa bola itu bundar, kita ingat bagaimana Rusia mampu menjungkir balikkan prediksi banyak orang, dengan mengalahkan 3-1 tim Belanda pada turnament piala Eropa 2008 Juni yang lalu, tentunya itu bisa menjadi pembangkit semangat dan motivasi timnas Indonesia, bahwa tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan, pasti ada celah untuk merebut kemenangan walao kesempatan itu kecil. Bagaimana di lapangan , pemaianlah yang mempunyai andil besar.

Kita harapkan juga bahwa strategi BenDol bisa diperbaiki kembali, dan saya berharap bahwa arif suyono bisa dipasang lebih awal, kemudia Bambang Pamungkas dipasang di 30 menit babak kedua saja, karena kondisi BP saya pikir tidak terlalu menguntungkan buat timnas Indonesia, Budi Sudarsono bisa dipasang All Out sepanjang pertandingan, mungkin bisa ditemani oleh Boaz Salosa, atau pemain depan yang mempunyai semangat juang dan stamina yang memadai.

Konsentrasi harus menjadi perhatian penting para pemain, terutama pemain belakang, jangan sampai lengah, karena selama ini gol-gol yang bersarang di timnas Indonesia tercipta pada awal-awal pertandingan, so jangan pernah lengah, pada saat peluit di tiup, pemain harus tune in, dengan kondisi permaianan, jangan sampai pemain lawan mengambil keuntungan pada menit-menit awal tersebut dan merusak konsentrasi, sehingga membuat pemain menjadi frustasi sehingga kerjasama yang baik pada pertandingan-pertandingan sebelumnya tidak dapat muncul kembali.

Walau pertandingan leg ke dua ini sungguh dirasa berat, tetapi bukan tidak mungkin bahwa timnas Indonesia mampu mengalahkan Thailand dikandangnya, namun bukan hal yang sulit bagi Thailand untuk menaklukan kembali timnas Indonesia. Dan pada partai kedua ini ( 20 Desember 2008) adalah ujian sebenarnya, Apakah partai tandang ini akan membuat timnas Indonesia ter Tendang atau malah melenggang menuju final untuk menghadapai Singapura/vietnam ? Kita tunggu dan kita liat serta kita berikan dukungan buat timnas Indonesia...

Semoga berjaya....

Monday, December 15, 2008

Indonesia Vs Thailand : Kalah terus... terus kalah... atau...!!!

Pertandingan piala AFF, atau piala untuk kejuaraan sepak bola di kawasan Asia Tenggara ( selevel dengan UEFA ), sudah memasuki babak akhir / semifinal, dimana pesertanya adalah Indonesia, Thailand, Singapura dan Vietnam. Pertemuan Indonesia dan Thailan dalam sejarahnya sudah berlangsung dari dulu ( gak tahu deh dari tahun berapa ), yang jelas Indonesia tuh banyak kalahnya kalo ketemu ama Thailand, baik di kandang sendiri ( Gelora Bung Karno / Istora ) atau lebih-lebi di kandang Thailand, pasti deh banyak kalahnya. Tidak diketahui secara pasti kenapa tim nasional Indonesia selalu kalah, seandainya gak kalah, kok jarang menang jika menghadapi Thailand. Lawan Singapura beberapa hari yang lalu, Indonesia takluk dengan skor 0-2, padahal Singapura itu wilayahnya hanya segede Jakarat, jadi kalo dihitung-hitung hanya sekian persen dari wilayah Indonesia, tapi kemampuan team sepakbolah nya, mak nyoss.... walau kita akui juga, bahwa banyak pemain Singapura yang dinaturalisasikan, alias pemain bukan asli dan darah daging dari Singapura.

Besok selasa, 16 Desember 2008, lawan timnas kita adalah Thailand, walao bukan juara bertahan, tapi kemampuan dan sepak terjang Thailand di turnamen piala AFF ini bisa menjadikan dirinya rival berat Singapura sebagai juara bertahan untuk bertarung di partai akhir, tetapi sebelum itu Thailand harus melewati hadangan Indonesia, jika mampu unggul 1-0, Thailand akan dengan mudah maju ke Final untuk bertarung dengan sang juara bertahan Singapura pada laga akhir tanggal 28 Desember 2008, karena dalam hitungan kertas Singapura akan tidak mengalami kesulitan untuk menghadapi Vietnam.

Nah.. sekarang kita kembali ke perseteruan antara Indonesia dan Thailand, Indonesia pernah mengalahkan Thailand pada final sepak bola dalama ajang Sea Games di Filipina lewat adu tendangan pinalti, dan kayaknya setelah itu Indonesia selalu kalah dengan Thailand dalam level apapun. Bukan merendahkan capaian timnas Indonesia hingga saat ini, tetapi kita harus realistis, bahwa yang dihadapi adalah Macan "Sepakbola Asia Tenggara", dan kalo kita tengok ke belakang, prestasi timnas vs Thailand, skor masih berpihak pada tim negeri "Gajah Putih" Thailand.

Dari segi rangkin FIFA , Indonesia rangkin 132 kemudian Thailand rangking 116, memang bukan menjadi sebuah ukuran yang solid, tetapi paling tidak dari rangking itu bisa di ambil kesimpulan secara sederhan bahwa Indonesia masih di bawah Thailand.

Pelatih timnas Indonesi , Benny Dollo, harus ekstra keras untuk meracik strategi yang cespleng, untuk menahan gempuran-gempuran yang dilakukan oleh tim Thailand, selain itu penyerang-penyerang timnas Indonesia harus rajin berjibaku di kotak pinalti lawan untuk memanfaatkan segala peluang, mungkin tidak mungkin Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas harus membuat kemungkinan yang terkecil untuk bisa membobol gawang Thailand, sabar dan tenang dalam pertandingan besok, merupakan salah satu kunci kesuksesan, umpan-umpan pendek menyusur harus menjadi strategi utama, daripada umpan lambung, karena hal itu mudah ditebak. Kondisi firman utina juga sangat ditunggu kesiapannya, karena Firman merupakan salah satu second line yang berbahaya dan bisa membuat pertahanan lawan kocar-kacir. Kemampuan dan kerjasama lini belakang juga tidak kalah, M. Roby, Isnan Ali dan Charis Yulianto harus bahu membahu meredam serangan tim Thailand, baik itu secara man to man marking ataupun zona marking, dan yang tak kalah pentingnya adalah, bagaiama mengantisipasi serangan balik Thailand, apabila nanti timnas Indonesia mampu mengurung pertahanan Thailand. Selain itu antisipasti terhadap bola-bola mati, harus menjadi perhatian BenDol, karena 2 gol yang diborong oleh Singapura pada pertandingan terakhir di penyisian grup adalah lewat bola mati, Markus Horison selaku benteng terakhir seyogyanya bisa membaca arah bolah yang nantinya akan di arahkan kegawang nya apabila tim Thailand mendapatkan kesempatan untuk melakukan tendangan bebas.

Konsentrasi di awal-awal pertandingan harus untuk lini belakang, karena di menit-menit awal ini, shock attact biasa terjadi untuk meruntuhkan semangat lawan, lini belakang Indonesia harus waspada, syukur-syukur tim "merah-putih" berani mengambil inisiatip untuk melakukan serangan di awal-awal menit, sehingga Thailand tidak bisa mengembangkan permainannya. Stamina dan kondisi kebugaran harus menjadi prioritas, karena pertandingan esok adalah pertandingan hidup mati, jangan sampai menyerang hingga akhir tapi stamina kedodoran, manfaatkan segala kesempatan, kerjasama tim dan jangan lupa bahwa tidak ada yang tidak mungkin bahwa Thailand bisa ditundukkan, so mungin besok adalah saat yang tepat untuk menundukkan Thailand di kandang sendiri.

Semoga timnas Indonesia bisa mengakhiri mimpi buruk setiap bertemu dengan Thailand... sekarang atau tidak sama sekali.... Kalah terusss..... terus kalah.. atau membalikkan keadaan dan Membantai Thailand, kedududukan 2-0 lebih menguntungkan buat Indonesia....

Selamat berjuang Tim Merah Putih....
Semangat dan Pantang Menyerah......
Kehormatan ada di Pundakamu....
Raih Kemenangan......
Demi Indonesia Raya.....

Thursday, December 11, 2008

Perlunya standarisasi mutu lembaga survey...

Banyaknya kandidat presiden membuat rakyat banyak pilihan, apakah itu sebagai pilihan yang terbaik atau pilihan yang terakhir karena tidak ada yang lain lagi, atau memang tidak punya pilihan, alias semua kandidat presiden tidak ada yang pas.

Lain daripada itu, para kandidat presiden berupaya untuk terus mencitrakan dirinya sebagai seorang yang pantas untuk dipilih atau dipilih lagi untuk menjadi presiden yang akan datang. Lewat iklan baik lewat tv, radio, koran bahkan lewat internet. Tetapi hal itu juga belum tentu bisa menaikkan citra / rating si kandidiat. Lebih dari itu para kandidat konon ceritanya juga memesan lewat lembaga survey, karena hal ini berkenaan dengan representasi dari pendapat masyarakata ataupun opini publik.

Kondisi masyarakat kita yang cenderung "rubuh-rubuh gedhang" alias ikut-ikutan , belum teredukasi dengan baik masalah politik serta cenderung gak punya pendirian, lebih mudah dibujuk lewat hasil survey tersebut, karena seolah-2 hasil survey tersebut merupakan "pendapat banyak orang" yang sudah valid.

Sekarang yang menjadi masalah adalah sudah validkan hasil tersebut, hanya dengan mengambil bebarapa sample (tidak semua), tapi sudah bisa merepresentasikan hasil dari kesemuanya , bagaimana metodenya, dan kenapa hasil nya ada yang berbeda dengan lembaga survey yang lain , dan sebagainya dan sebagainya.

Bagi saya sungguh menggelikan apabila sebuah lembaga yang mempunya "power" untuk merubah "mindset" orang banyak dan tentunya bisa berakibat baik/buruk dan tentunya bisa jadi merugikan pihak lain, tetapi tidak ada akreditasi/peraturan ataupun lembaga yang menaunginya. Sebagai layaknya stasiun tv, radio, koran, lembaga survei tidak lah jauh berbeda, stasiun tv, radio, koran jg bisa salah memberitakan informasi kepada penonton, begitu juga dengan lembaga survey juga bisa salah memberikan informasi. Sebetulnya bukan salah atau benar memberikan informasinya, melainkan mekanisme pertanggungjawaban dari informasi itulah yang perlu dipertanyakan, bagaimana sumber nya, metodenya, sampel nya
dan lain-lain. Sungguh naif apabila dengan metode keilmuwan tp hasilnya berbeda, kalo mendekati sama relatif ok, tapi kalo berbeda ? bagaimana nanti nasib konstituen nya, kalo lewat hasil survey tapi lewat hasil penghitungan sebenarnya oleh KPU tapi dinyatakan kalah ? pasti akan banyak resiko-resiko yang akan dihadapi.

Perlu sekali untuk mengelola dan mengatur serta memberikan kesempatan seluas-luas nya kepada siapaun, baik perorangan atau lembaga/organisasi baik itu pemerintahan ataupun partai politik untuk mengemukakan pendapat lewat survey, tetapi harus ada mekanisme, kalo itu hasil untuk internal dan bukan konsumsi publik hendaklah jangan dipublikasikan atau kecolongan/bocor informasi nya keluar, tetapi jika itu dipublish untuk umum, ini yang harus di atur bagaimana sebaiknya ?

Saya berpendapat bahwa akreditasi lembaga survey itu perlu, sebagai wujud tanggung jawab atas perundang-undangan yang ada, walau itu sebuah kebebasan tapi perlu diatur, kemudian untuk mengetahui kapabilatas dan kemampuan si lembaga survey, siapa orang-orang dibalik itu, juga sebagai jaminan mutu atas lembaga survey yang bersangkutan, kemudian nantinya perlu ada audit terhadap apa yang sudah di survey / hasil survey, baik itu metode, sample, margin errror serta dukungan teknis dan science dalam melakukan suvey tersebut, jangan sampai nantinya lembaga survey hanya mengemukakan hasil yang tidak bisa dipertanggungjawabkan hanya melakukan atas pesanan sesorang demi kepentingan sesaat, kemudian cara dan mekanisme mengumumkan hasil tersebut, saya mengusulkan bahwa lembaga survey juga harus ada naungannya seperti lembaga-lembaga lainnya seperti asosiasi misalnya Asosiasi Lembaga Survey Indonesia ( AsLI) :)) , nah lembaga ini lah yang akan memfasilitasi, juga bertidak sebagai audit internal, dimana anggota-anggotanya adalah orang-orang terpelajar non partisan dan mempunya dedikasi yang tinggi, jadi antar lembaga survey yang satu dan lembaga survey yang lain berkumpul/bertemu jadi satu, dan diumumkan bersama-sama, dengan terlebih dahulu memberikan informasi kepada publik, bahwa hasil yang dipublikasikan merupakan kajian ilmiah
dari lembaga survey tersebut, dengan tidak mengurangi rasa hormat bahwa sebetulnya hasil yang dipublikasikan itu mendahului KPU dan tentunya tidak bermakna apa-apa, kecuali dan tidak bukan adalah hasil dari KPU sendiri. Jadi publik perlu dijelaskan dan diedukasi, serta berharap bahwa harapan itu bukan pada hasil survey tetapi hasil dari KPU lah yang akan menentukan nasib para kandidat.

semoga saja....!!!!

Friday, November 28, 2008

Lombok..Sengigi dan Kafe Yessy

2 minggu yang lalu, dari 11 Nov - 21 Nov 2008, aku ke lombok lagi untuk yang kedua kalinya setelah tahun 2004 yang lalu, tapi kali ini waktunya lebih sedikit, cuma 2 minggu, dibanding dengan tahun 2004 yang lalu, hanya 4 bulan :p.. tapi waktu dua minggu ini aku coba manfaatin untuk bersenang-senang juga sih, disamping tuntutan pekerjaan di sebuah kantor milik BUMN. setelah dirasa pekerjaan nya sudah cukup, maka tibalah untuk bersenang-senang... WORK HARD PLAY HARD..katanya sih begitu.....

Nah bagi kalian yang belum pernah ke lombok dan mau ke lombok, nih tak kasih tahu... kalo ingin ke lombok dengan harga yang terjangkau, anda bisa cari kosan.. tepatnya di belakang kantor cabang mataram di Jl. Leo No. 18, ini berada di wilayah Jalan Langko Ampenan, dimana ampenan ini merupakan wilayah untuk pusat pemerintahan... ya tepatnya di Jln. Langko atau Jl. Yos Sudarso...., kosan nya minimalis... tp kalo cukup buat tidur sih enak-2 aja, walau gak ada AC nya.. cuma Angin Cendela doang.... kalo mau lebih nyaman dan murah, bisa cari di daerah Cakranegara, di Losmen Ayu... di kawasan Pejanggik

Dari kedua daerah itu di Jl. Langko, merupakan pusat pemerintahan, terus Jl.Pejanggik/Cakranegara merupakan salah satu kota bisnis di Mataram, Lombok, so kalo kita mau cari apa aja disitu ada, dari perlengkapan pribadi hingga ke paket pengiriman, dah gitu gak jauh dari Mataram Mall, satu-2 nya mall yang ada di mataram.... selain itu kalo kita mau ke sengigi juga gak terlalu jauh, cukup 30 menit dah sampai pantai senggigi.... kita bisa maen kano.. bisa makan sate daging sapi.. pokok nya uenak dech....

Terus kalo kita ingin hang-out malam2... setelah pantai senggigi ada namanya Yessy Cafe, bagi kalian yang suka steak or makanan untuk makan malam/dinner , disini juga ada.. terus yang paling ok disini ada minuman khas nya yaitu Rinjani...satu gelas aja dah cukup untuk menghangatkan tubuh.. dan minuman pengantar tidur pulas... dan bangun tidur.. lumayan seger dech....

kalian bisa coba... pokoknya enaaak...... tar gue ceritain lagi dech ya...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More